Permintaan Gula Aren Lebak Melonjak, Harga dan Omzet Ikut Naik Jelang Ramadhan

Permintaan Gula Aren Lebak Melonjak, Harga dan Omzet Ikut Naik Jelang Ramadhan
Ilustrasi gula aren. Foto: Istimewa

28 January 2026 , 13:13 WIB

AGRICOM, LEBAK – Menjelang Ramadhan 2026, permintaan gula aren di Kabupaten Lebak, Banten, melonjak tajam. Sejumlah penampung dan pedagang mengaku volume permintaan meningkat hingga dua kali lipat, terutama dari pedagang pengecer luar daerah yang mulai mengamankan stok lebih awal.

Fahri (60), penampung gula aren di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, mengatakan lonjakan permintaan sudah terasa sejak sepekan terakhir. Mayoritas pembeli berasal dari luar Lebak, seperti Serang dan Bogor, yang memprediksi harga akan terus naik mendekati bulan puasa.

“Permintaan sekarang jauh lebih tinggi dari hari biasa, tapi masih bisa kami penuhi,” ujar Fahri, dikutip Agricom.id dari Antara, Rabu (28/1).

BACA JUGA: Bappenas Optimistis Kakao Jadi Komoditas Strategis Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Seiring meningkatnya permintaan, harga gula aren di pasaran ikut terdongkrak. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp200 ribu per toros (lima ikat), kini naik menjadi sekitar Rp250 ribu per toros.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha. Fahri menyebut omzet hariannya kini bisa menembus Rp30 juta, naik dua kali lipat dibandingkan hari normal yang berkisar Rp15 juta per hari.

Menurut dia, ketersediaan bahan baku nira aren yang melimpah membuat produksi sejauh ini masih mampu mengimbangi permintaan pasar. Selain untuk konsumsi rumah tangga, gula aren Lebak banyak diburu sebagai bahan baku usaha kuliner, khususnya untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (27/1) Kembali Menguat, Tembus Rp 15.108 per Kg

“Biasanya dipakai untuk kolak, minuman, sampai bahan dodol dan kue-kue Lebaran. Permintaan pasti terus naik,” katanya.

Hal senada disampaikan Maman (60), penampung gula aren di Pasar Rangkasbitung. Ia mengaku kewalahan melayani pembeli dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, gula aren Lebak memiliki keunggulan karena dihasilkan secara alami tanpa bahan kimia, sebab pohon aren tumbuh di kawasan perbukitan dan pegunungan.

“Sekarang omzet bisa mencapai Rp20 juta per hari, padahal sebelumnya sekitar Rp10 juta. Stok juga kami tambah jadi 5 ton, dari biasanya hanya sekitar 3 ton,” ungkap Maman.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyatakan produksi gula aren telah menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Saat ini tercatat sekitar 11.000 unit usaha perajin gula aren yang tersebar di 11 kecamatan.

Menurut Imam, industri gula aren berperan penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat pedesaan. Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan agar produk gula aren Lebak mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar.

“Kami mendorong perajin agar kualitas terus meningkat, sehingga gula aren Lebak tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor,” ujarnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP