Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi untuk Jaga Produksi Nasional

Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi untuk Jaga Produksi Nasional
Agricom.id

07 May 2026 , 11:08 WIB

Kementerian Pertanian mempercepat tanam padi serempak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi guna menjaga produksi pangan nasional, mengantisipasi musim kemarau, dan memperkuat ketahanan pangan menghadapi perubahan iklim. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, KABUPATEN AGAM — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah percepatan produksi pangan nasional melalui gerakan tanam padi serempak yang digelar di 25 provinsi dengan total luasan mencapai 50 ribu hektare. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026.

Kegiatan tanam serempak yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) tersebut mencakup lahan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah rakyat (CSR), hingga rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana. Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi salah satu titik utama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa gerakan tanam serempak dilakukan di berbagai wilayah strategis untuk mempercepat peningkatan indeks pertanaman dan menjaga produktivitas pertanian nasional.

BACA JUGA: Harga Ayam, Telur, dan Cabai Turun, Bantu Redam Inflasi April 2026

Menurutnya, total luasan 50 ribu hektare tersebut terdiri dari oplah tahun 2024 seluas 20 ribu hektare, oplah tahun 2025 seluas 23 ribu hektare, program CSR tahun 2025 seluas 5 ribu hektare, serta rehabilitasi lahan terdampak bencana seluas 2.026 hektare.

“Percepatan tanam harus terus dikawal secara optimal di lapangan. Peran penyuluh dan petani sangat penting agar lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi maksimal,” ujar Arsanti, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Kamis (7/5).

Ia menambahkan, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan tanam di berbagai daerah. Pemanfaatan teknologi seperti rice transplanter, drone pertanian, hingga mekanisasi lainnya dinilai mampu meningkatkan efisiensi tanam dan membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja.

BACA JUGA: Sawit sebagai Model Swasembada dan Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengikuti kegiatan secara daring menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan gerakan tanam serempak tersebut, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh, petani, hingga aparat di daerah.

“Terima kasih kepada gubernur, bupati, penyuluh, petani, dan seluruh jajaran yang terus mendukung penguatan swasembada pangan nasional. Gerakan tanam serempak akan terus kita dorong di seluruh Indonesia,” kata Mentan Amran.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus memperluas pengembangan areal tanam baru melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Tak Hanya Sawit, Grant Riset BPDP 2026 Perluas Riset Komoditas Kelapa dan Kakao

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, menuturkan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu langkah utama pemerintah dalam menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau 2026. Kementan, kata dia, telah mengirimkan surat kepada seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk memperkuat langkah antisipasi kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

“Mitigasi sudah kami siapkan, mulai dari pemantauan data iklim, pemetaan daerah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur sumber air,” jelas Suwandi.

Kementan juga mendorong sejumlah strategi pendukung lainnya seperti pompanisasi secara masif guna menjaga suplai air ke lahan pertanian, optimalisasi lahan rawa untuk mempertahankan produktivitas, penggunaan benih tahan kekeringan, hingga pembangunan infrastruktur air berupa embung, long storage, dan sumur bor.

BACA JUGA: Tantang Pengusaha Muda Garap Hilirisasi Kelapa, Mentan Amran: Nilai Tambah Bisa Berlipat

Dukungan terhadap program percepatan tanam juga datang dari pemerintah daerah. Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat melalui program oplah dan CSR yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan luas tanam serta bantuan sarana produksi bagi petani.

“Program ini memberikan manfaat besar bagi daerah kami. Dengan dukungan Kementan, kami optimistis dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah penyangga pangan nasional,” ujarnya.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis gerakan tanam serempak tersebut mampu mempercepat peningkatan produksi pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi kekeringan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP