Kenaikan harga TBS sawit swadaya di Riau didorong penguatan harga CPO dan kernel, dengan kelompok tanaman usia produktif masih mencatat harga tertinggi pada periode pekan ini. Foto: Adi Saputra/ Sawit Fest 2021
AGRICOM, PEKANBARU – Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Swadaya Provinsi Riau menetapkan kenaikan harga TBS untuk periode 6–12 Mei 2026. Berdasarkan Surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Nomor 15, harga sawit swadaya usia 9 tahun naik sebesar Rp26,17/kg menjadi Rp3.880,38/kg.
Dalam penetapan periode ini, harga crude palm oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.274,00/kg, sementara harga kernel berada di level Rp16.612,00/kg. Nilai cangkang ditetapkan Rp22,66/kg dengan indeks K sebesar 92,22 persen.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 6–12 Mei 2026 Turun Menjadi Rp3.874,93/Kg
Berdasarkan penelusuran dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS sawit swadaya untuk berbagai kelompok umur juga mengalami penyesuaian.
Untuk sawit usia 3 tahun ditetapkan sebesar Rp3.014,33/kg, usia 4 tahun Rp3.355,43/kg, usia 5 tahun Rp3.594,39/kg, usia 6 tahun Rp3.730,85/kg, usia 7 tahun Rp3.815,69/kg, dan usia 8 tahun sebesar Rp3.861,13/kg.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 6–12 Mei 2026 Tembus Rp3.942/Kg
Sementara itu, harga sawit usia 9 tahun mencapai Rp3.880,38/kg, sedangkan usia 10–20 tahun ditetapkan Rp3.843,34/kg. Untuk tanaman usia lebih tua, harga sawit usia 21 tahun tercatat Rp3.781,85/kg dan usia 22 tahun Rp3.710,14/kg.
Selanjutnya, harga sawit usia 23 tahun ditetapkan Rp3.628,56/kg, usia 24 tahun Rp3.566,58/kg, dan usia 25 tahun sebesar Rp3.516,00/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (11/5) Menguat ke Rp15.325/Kg, Bursa Malaysia Rebound Usai Tiga Hari Melemah
Adapun harga sawit usia 26 tahun tercatat Rp3.497,68/kg, usia 27 tahun Rp3.469,54/kg, usia 28 tahun Rp3.416,23/kg, usia 29 tahun Rp3.375,79/kg, dan usia 30 tahun berada di level Rp3.286,64/kg.
Kenaikan harga TBS swadaya tersebut mencerminkan masih kuatnya dukungan harga produk turunan sawit di pasar domestik dan global, terutama CPO dan kernel, yang terus menjadi faktor utama dalam pembentukan harga tandan buah segar di tingkat pekebun. (A3)