Kementan Targetkan Bombana Jadi Sentra Tebu Baru, Pengembangan Capai 1.000 Hektare


AGRICOM, BOMBANA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat perluasan kawasan budidaya tebu sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi gula nasional dan mewujudkan swasembada gula. Salah satu daerah yang menjadi fokus pengembangan adalah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang diproyeksikan menjadi sentra produksi tebu baru dengan luas pengembangan mencapai 1.000 hektare.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan Bombana memiliki potensi lahan yang dinilai sangat mendukung untuk pengembangan komoditas tebu, terutama sebagai pusat produksi baru di kawasan timur Indonesia.

Menurut Heru, pengembangan kawasan tebu di Bombana dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya memperluas sentra produksi nasional. Ia optimistis daerah tersebut mampu menjadi salah satu penyangga pasokan tebu sekaligus memperkuat program pemerintah dalam mencapai swasembada gula.

BACA JUGA: Dukung Perluasan Areal dan Peningkatan Produksi Nasional, Kementan Perdana Sebarkan Benih Unggul Tebu asal KBD

Selain menambah luas areal tanam, pengembangan kawasan ini juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun, menarik investasi di sektor perkebunan, serta menciptakan peluang peningkatan pendapatan bagi para pekebun.

"Kementerian Pertanian terus mengawal seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari penetapan calon petani dan calon lokasi (CPCL), pendampingan teknis budidaya, hingga penyediaan sarana produksi. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi faktor penting agar pengembangan kawasan tebu di Bombana berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas," ujar Heru, dikutip Agricom.id dari laman Ditjenbun, Minggu (12/7).

BACA JUGA: Kebun Benih Tebu 200 Hektare Rampung di Jabar, Varietas Panjalu 1 Siap Dibagikan Gratis Oktober–November 2026

Ia berharap pengembangan kawasan tebu hingga 1.000 hektare dapat menjadikan Bombana sebagai sentra produksi tebu yang kompetitif, mampu memasok kebutuhan bahan baku industri gula, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap produksi gula nasional.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menempatkan pengembangan komoditas tebu sebagai salah satu program prioritas dalam mempercepat swasembada gula. Menurut Amran, setiap daerah yang memiliki potensi lahan perlu dioptimalkan agar mampu meningkatkan produksi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

BACA JUGA: Mentan Amran Sidak Pembibitan Kelapa di Manado, Temukan Ketidaksesuaian Data dan Bibit Tak Layak

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif pekebun, Kementerian Pertanian optimistis Bombana akan berkembang menjadi salah satu sentra tebu baru di Indonesia dan berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya pada komoditas gula. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP