Harga CPO hasil tender KPBN pada Kamis (8/1/2026) menguat di Dumai menjadi Rp 14.302 per kg, naik Rp 140 dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan juga tercermin pada CPKO dan palm kernel, menandakan minat pasar domestik masih terjaga di tengah pergerakan harga global yang cenderung hati-hati. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali menguat pada perdagangan Kamis (8/1/2026). Penguatan terutama terjadi di pelabuhan Dumai, seiring meningkatnya minat beli di tengah pergerakan pasar yang relatif stabil.
Berdasarkan hasil tender KPBN yang diperoleh Agricom.id, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp 14.302 per kg, exclude PPN. Harga ini naik Rp 140 dibandingkan Rabu (7/1/2026) yang berada di level Rp 14.100 per kg. Kenaikan tersebut mencerminkan masih terjaganya permintaan, meski pasar global cenderung bergerak hati-hati.
BACA JUGA:
- Harga CPO KPBN Inacom Rabu (7/1) Naik, Tembus Rp 14.162 per Kg
- Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Dipacu Kenaikan Soyoil dan Pelemahan Ringgit
Selain Dumai, harga CPO di beberapa titik serah juga tercatat bervariasi. Untuk skema FOB Talang Duku, CPO ditutup pada Rp 14.102 per kg dengan pembeli PRISCOLIN. Sementara itu, harga CPO Franco Teluk Bayur tercatat Rp 14.172 per kg dengan pemenang tender WIRA.
Di segmen produk turunan, harga crude palm kernel oil (CPKO) Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp 25.318 per kg dengan pemenang tender IBP. Level harga ini menunjukkan kuatnya nilai produk inti sawit, seiring terbatasnya pasokan dan stabilnya kebutuhan industri oleokimia dan pakan.
Berikut Tender lengkap KPBN Inacom (Rp.Kg), Excld PPN pada Kamis (8/1/2026):
- Crude Palm Oil (CPO):
- Franco Dumai Rp.14.302-EUP
- FOB Talang Duku Rp 14.102-PRISCOLIN
- Franco Teluk Bayur Rp 14.172-WIRA
Crude Palm Kernel Oil (CPKO):
- Franco Dumai Rp 25.318-IBP
Palm Kernel (PK):
- Loco PKS T.Lebar Rp 11.185 (WD). Penawaran tertinggi Rp 10.480-SAP
- Loco PKS Bunut Rp 11.296 (WD). Penawaran tertinggi Rp 10.903-WIRA
Sebagai informasi, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) telah melakukan rebranding nama menjadi Inacom agar lebih dinamis dan mudah dikenal luas. Inacom diartikan sebagai Indonesia Commodity, yang menjual komoditas seperti CPO, PKO, PKM, Karet, Gula, Teh, Kopi, dan Tetes (sumber: www.kpbn.co.id).
Inacom menggunakan sistem penjualan electronic tender dan juga menyediakan informasi harga komoditas secara real-time melalui platform keanggotaannya. (A3)