AGRICOM, JAKARTA – Tender minyak sawit mentah (CPO) yang diselenggarakan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Rabu, 14 Januari 2026, kembali berakhir withdraw (WD) di seluruh titik serah. Kondisi ini menunjukkan penawaran dari pembeli belum mampu mengejar level harga yang dipasang penjual.
Di Franco Dumai, harga pembuka ditetapkan di Rp 14.505 per kg. Namun, tender ditutup dengan status withdraw setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 14.456 per kg. turun Rp 99 per kg dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, di Franco Teluk Bayur, KPBN membuka tender di level Rp 14.375 per kg. Proses lelang juga berakhir tanpa kesepakatan, dengan penawaran tertinggi Rp 14.209 per kg yang diajukan.
BACA JUGA:
- Harga CPO KPBN Inacom Selasa (13/1) Naik Tembus Rp 14.555/Kg
- Harga TBS Sawit Sumsel Awal Januari 2026 Menguat, Sentuh Rp 3.408,40 per Kg
Hasil serupa terjadi pada skema FOB Palembang. Harga pembuka berada di Rp 14.355 per kg, namun tender kembali ditarik setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp 14.209 per kg.
Pelaku pasar menilai kondisi withdraw yang masih berlanjut mencerminkan sikap hati-hati pembeli di tengah dinamika harga CPO global dan pergerakan pasar minyak nabati. Meski terdapat kenaikan tipis pada harga pembuka di Dumai, jarak antara ekspektasi penjual dan minat beli masih terlihat cukup lebar.
BACA JUGA: Menko Airlangga: Program Biodiesel 2026 Bertahan di B40, Transisi ke B50 Dimatangkan
Berikut Tender CPO KPBN Inacom (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (14/1/2026):
- Franco Dumai Rp. 14.505 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.456-EUP
- Franco Teluk Bayur Rp. 14.375 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.209-WIRA
- FOB Palembang Rp. 14.355 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.209-AGM
- FOB Kalsel Rp. 14.105 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 13.333-WNI
Sebagai informasi, PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) telah melakukan rebranding nama menjadi Inacom agar lebih dinamis dan mudah dikenal luas. Inacom diartikan sebagai Indonesia Commodity, yang menjual komoditas seperti CPO, PKO, PKM, Karet, Gula, Teh, Kopi, dan Tetes (sumber: www.kpbn.co.id).
Inacom menggunakan sistem penjualan electronic tender dan juga menyediakan informasi harga komoditas secara real-time melalui platform keanggotaannya. (A3)