AGRICOM, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia mengawali perdagangan awal pekan dengan penguatan, seiring membaiknya sentimen pasar minyak nabati global dan kenaikan harga minyak mentah dunia.
Pada perdagangan Senin (26/1/2026), kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik RM5 per ton atau sekitar 0,12% menjadi RM4.180 per ton, setara US$1.053,96 per ton pada awal sesi, seperti dikutip dari Reuters.
BACA JUGA:
- Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Aki Ambil Untung Tekan Pasar
- Harga CPO KPBN Naik ke Rp14.950/kg, Awali Pekan dengan Tren Positif
Penguatan ini mencerminkan respons pasar terhadap kenaikan harga minyak nabati pesaing, khususnya minyak kedelai, yang turut mengangkat optimisme pelaku pasar terhadap prospek permintaan minyak nabati secara global. Selain itu, tren naik harga minyak mentah juga memberi dukungan tambahan, mengingat eratnya keterkaitan sektor energi dengan konsumsi minyak nabati, terutama untuk kebutuhan biodiesel.
Namun demikian, laju penguatan harga CPO terpantau masih terbatas. Penguatan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang menahan kenaikan lebih lanjut, karena dapat mengurangi daya saing ekspor di pasar internasional.
Pelaku pasar kini mencermati pergerakan lanjutan harga energi, perkembangan pasar minyak nabati global, serta arah nilai tukar sebagai faktor kunci yang akan menentukan volatilitas harga CPO dalam beberapa hari ke depan. (A3)