Ringgit Perkasa Tekan Harga CPO, Bursa Malaysia Ditutup Melemah

Ringgit Perkasa Tekan Harga CPO, Bursa Malaysia Ditutup Melemah
Agricom.id

04 February 2026 , 13:47 WIB

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melemah pada perdagangan Selasa (3/2/2026) seiring penguatan ringgit terhadap dolar AS, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap tekanan permintaan dalam jangka pendek. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Perdagangan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada Selasa (3/2/2026). Pelemahan harga terjadi seiring penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang dinilai berpotensi menekan daya saing dan permintaan CPO dalam waktu dekat.

Merujuk laporan Bernama, pada pukul 18.00 waktu setempat ringgit menguat ke kisaran 3,9295/9360 per dolar AS, dibandingkan penutupan terakhir pada Jumat lalu di level 3,9440/9500 per dolar AS. Penguatan mata uang Malaysia ini berlangsung setelah aktivitas perdagangan kembali dibuka usai libur Thaipusam dan Hari Wilayah Federal.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Selasa (3/2) Turun, Sejalan Pelemahan Pasar Malaysia

Dari sisi kontrak berjangka, harga CPO menunjukkan koreksi di hampir seluruh bulan pengiriman. Kontrak Februari 2026 turun RM20 menjadi RM4.140 per ton. Kontrak Maret 2026 dan April 2026 masing-masing melemah RM14 ke level RM4.195 dan RM4.215 per ton.

Tekanan juga terlihat pada kontrak bulan berikutnya. Kontrak Mei 2026 terkoreksi RM11 menjadi RM4.217 per ton, sementara kontrak Juni 2026 dan Juli 2026 masing-masing turun RM9 ke posisi RM4.204 dan RM4.185 per ton.

Selain harga, aktivitas perdagangan turut mengalami perlambatan. Volume transaksi tercatat menyusut menjadi 58.671 lot, lebih rendah dibandingkan 84.668 lot pada perdagangan Jumat sebelumnya. Open interest juga turun menjadi 219.350 kontrak dari sebelumnya 220.712 kontrak, mencerminkan sikap pelaku pasar yang cenderung menahan posisi.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Februari 2026 Naik Jadi USD 918,47/MT, BK dan Pungutan Ekspor Ikut Menguat

Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Februari di wilayah Selatan Malaysia dilaporkan turun RM10 menjadi RM4.190 per ton. Penurunan harga fisik ini menegaskan bahwa tekanan masih membayangi pasar minyak sawit dalam jangka pendek, terutama di tengah pergerakan nilai tukar dan kekhawatiran terhadap prospek permintaan global.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan nilai tukar, dinamika minyak nabati pesaing, serta arah permintaan dari negara-negara importir utama sebagai penentu pergerakan harga CPO selanjutnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP