Harga CPO Bursa Malaysia Kamis (5/2) Turun 0,4 Persen, Tertekan Pelemahan Minyak Nabati Global

Harga CPO Bursa Malaysia Kamis (5/2) Turun 0,4 Persen, Tertekan Pelemahan Minyak Nabati Global
Agricom.id

06 February 2026 , 07:14 WIB

Perdagangan minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melemah pada Kamis (5/2/2026), dengan kontrak acuan April 2026 turun 0,4 persen ke RM 4.208 per ton, mengikuti penurunan harga minyak nabati di Dalian dan Chicago serta penguatan ringgit Malaysia. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR — Perdagangan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives bergerak melemah pada Kamis (5/2/2026). Pelemahan ini mengikuti tren penurunan harga minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago, serta dibayangi kekhawatiran permintaan global.

Tekanan tambahan datang dari penguatan nilai tukar ringgit Malaysia, yang membuat harga sawit menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri dan berpotensi menekan minat beli ekspor, seperti dikutip dari Reuters.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat Pada Rabu (4/2), Permintaan India Jadi Penopang

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun RM 17 per ton atau sekitar 0,4 persen ke level RM 4.208 per ton, setara dengan US$ 1.066,94.

Di pasar global lainnya, harga minyak nabati juga menunjukkan pergerakan yang cenderung melemah. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian tercatat turun 0,52 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama merosot lebih dalam hingga 1,35 persen. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) bergerak relatif stabil dengan koreksi tipis sekitar 0,05 persen.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Februari 2026 Naik Jadi USD 918,47/MT, BK dan Pungutan Ekspor Ikut Menguat

Pelaku pasar menilai pergerakan harga CPO ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak nabati pesaing, pergerakan mata uang, serta perkembangan permintaan global, terutama dari negara-negara importir utama. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP