Kontrak CPO Mei 2026 di Bursa Malaysia naik 0,94% ke RM4.186 per ton pada Selasa (3/3/2026), sementara harga CPO KPBN ikut menguat ke Rp 14.600/kg di tengah ekspektasi penurunan stok dan kenaikan permintaan global. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan reli untuk sesi ketiga berturut-turut pada Selasa (3/3/2026) dan ditutup di level tertinggi dalam hampir empat pekan terakhir.
Kontrak acuan CPO pengiriman Mei 2026 naik RM39 per ton atau 0,94% menjadi RM4.186 per metrik ton pada penutupan perdagangan. Penguatan ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari pasar minyak nabati global, lonjakan harga minyak mentah, serta ekspektasi penurunan stok domestik Malaysia, seperti dilansir Agricom.id dari Reuters, Rabu (4/3).
BACA JUGA:
- Harga CPO Bursa Malaysia Menguat Ditopang Kenaikan Harga Minyak Kedelai dan Minyak Mentah
Di pasar Tiongkok, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange tercatat naik 1,16%, sementara kontrak minyak sawitnya melonjak 1,6%. Penguatan juga terjadi di Chicago Board of Trade, di mana harga minyak kedelai meningkat 1,34%. Kenaikan harga minyak nabati pesaing ini turut memberikan dukungan tambahan bagi CPO.
Dari sisi fundamental, survei Reuters menunjukkan stok minyak sawit Malaysia pada Februari diperkirakan turun untuk bulan kedua secara beruntun dan mencapai level terendah dalam empat bulan terakhir. Penurunan produksi musiman dinilai lebih besar dibandingkan perlambatan ekspor, sehingga memperketat pasokan di pasar.
Permintaan global juga menunjukkan perbaikan. Impor minyak sawit India pada Februari naik 10,1% menjadi level tertinggi dalam enam bulan. Kenaikan ini dipicu oleh diskon harga sawit yang semakin kompetitif dibandingkan minyak nabati lain, mendorong kilang meningkatkan pembelian serta memangkas impor minyak bunga matahari.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT
Meski demikian, tekanan masih terlihat pada sisi ekspor. Data dari Intertek Testing Services dan AmSpec Agri Malaysia mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang Februari turun antara 21,5% hingga 25,5%.
Dari pasar energi, harga minyak mentah Brent menyentuh level tertinggi sejak Juli 2024. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, serta ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, meningkatkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah umumnya turut menopang CPO karena meningkatkan daya tarik biodiesel berbasis sawit sebagai alternatif energi.
Sejalan dengan penguatan global tersebut, harga CPO yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada Selasa (3/3/2026) tercatat Rp 14.600/kg. Angka ini naik Rp 100/kg atau sekitar 0,69% dibandingkan harga Senin (2/3/2026) yang berada di level Rp 14.500/kg. (A3)