AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di pasar internasional mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026). Berdasarkan harga SGX-Sicom, karet tercatat sebesar 230,4 sen AS per kilogram atau setara Rp41.354 per kilogram dengan asumsi kurs Rp17.949 per dolar AS.
Dibandingkan perdagangan Kamis (4/6/2026) yang berada di level Rp41.819 per kilogram, harga karet turun Rp465 per kilogram. Meski demikian, harga masih bertahan di atas level psikologis Rp41.000 per kilogram, menunjukkan pasar tetap berada dalam tren yang relatif kuat.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (3/6) Naik Lagi ke Rp41.819/Kg, Semakin Dekati Level Rp42 Ribu
Pelaku pasar menilai pelemahan yang terjadi menjelang akhir pekan lebih disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah harga mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sejak akhir Mei 2026, harga karet berhasil menembus level Rp40.000 per kilogram dan terus bergerak naik hingga mendekati Rp42.000 per kilogram.
Menurut Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, pergerakan sepanjang pekan ini memperlihatkan pola yang sehat. Setelah menembus Rp40.000/Kg pada akhir Mei, harga terus melaju hingga mendekati Rp42.000/Kg sebelum akhirnya mengalami aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (4/6) Naik Tipis ke Rp15.075/Kg, Bursa Malaysia Justru Ditutup Melemah
“Secara keseluruhan, posisi harga saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan awal Mei. Koreksi yang terjadi dapat dipandang sebagai bagian dari konsolidasi pasar setelah reli yang sangat kuat dalam beberapa pekan terakhir,” kata Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Kamis (4/6).
“Koreksi menjelang akhir pekan bukan berarti tren berakhir. Harga karet masih bertahan di atas Rp41 ribu/Kg, sementara kualitas bokar tetap menjadi faktor utama agar petani memperoleh manfaat maksimal dari tingginya harga pasar,” pungkasnya.
BACA JUGA: Pemerintah Kaji Penyesuaian HET MINYAKITA, Seiring Perubahan Harga CPO
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100% : Rp41.354/Kg
- KKK 70% : Rp. 28.948/Kg
- KKK 60% : Rp. 24.812/Kg
- KKK 50% : Rp. 20.677/Kg
- KKK 40% : Rp. 16.542/Kg
- KKK 30% : Rp. 12.406/Kg
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juni Turun 1,91 Persen, PE Dipatok USD 128,69 per MT dan BK USD 148 per MT
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)