Harga CPO Bursa Malaysia Melemah Dua Hari Beruntun, Kenaikan Produksi Tekan Pasar


AGRICOM, Kuala Lumpur — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (3/8/2026), memperpanjang pelemahan menjadi dua sesi berturut-turut. Prospek peningkatan produksi sepanjang Juli menjadi faktor utama yang membebani pasar, meskipun pertumbuhan ekspor yang solid berhasil membatasi tekanan lebih lanjut.

Mengutip Reuters, Selasa (4/8/2026), kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman Oktober 2026 ditutup turun RM14 per ton atau sekitar 0,3% menjadi RM4.629 per ton. Pada sesi sebelumnya, kontrak yang sama juga telah melemah sekitar 0,85%, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data resmi produksi dan persediaan Malaysia.

BACA JUGA: Ekspor Menguat, Harga CPO Bursa Malaysia Mayoritas Naik Meski Volume Perdagangan Menyusut

Sejumlah perusahaan survei kargo melaporkan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama Juli meningkat antara 12,1% hingga 19,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, survei Reuters memperkirakan ekspor naik sekitar 14,8%, menunjukkan permintaan internasional masih cukup kuat.

Namun, peningkatan ekspor tersebut diperkirakan belum mampu mengimbangi lonjakan pasokan. Produksi minyak sawit Malaysia pada Juli diproyeksikan naik sekitar 7,4%, sehingga mendorong persediaan nasional mencapai level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Ekspektasi kenaikan stok inilah yang menjadi sentimen utama penekan harga di Bursa Malaysia.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Menguat ke Rp15.650/Kg, Bursa Malaysia Melemah akibat Prospek Produksi

Tekanan juga datang dari pasar minyak nabati global. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun sekitar 0,11%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,88%. Di Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut terkoreksi sekitar 0,21%, mencerminkan sentimen yang masih lemah di pasar minyak nabati dunia.

Berbeda dengan pergerakan di pasar internasional, harga CPO di pasar domestik Indonesia justru menguat. Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom, harga CPO Franco Dumai pada Senin (3/8/2026) ditetapkan sebesar Rp15.650/kg, naik Rp100/kg atau sekitar 0,64% dibandingkan penawaran tertinggi pada Jumat (31/7/2026) yang sebesar Rp15.550/kg.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Agustus Turun ke USD 996,52/MT, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ikut Disesuaikan

Perbedaan arah pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar domestik Indonesia masih ditopang oleh faktor fundamental lokal, sementara pasar global lebih dipengaruhi oleh ekspektasi peningkatan produksi, kenaikan stok, serta pergerakan harga minyak nabati pesaing. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP