Harga CPO Bursa Malaysia Menguat Ditopang Kenaikan Harga Minyak Kedelai dan Minyak Mentah


AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) pada perdagangan Senin (2/3/2026) ditutup menguat seiring dukungan dari kenaikan harga minyak nabati pesaing serta penguatan harga energi global.

Kontrak CPO pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives naik MYR 61 atau 1,51% menjadi MYR 4.103 per metrik ton pada jeda perdagangan siang. Kenaikan ini memperpanjang tren positif yang telah berlangsung selama dua sesi berturut-turut, seperti dilansir dari Reuters.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Awal Maret Turun Rp 591/Kg

Pelaku pasar di Kuala Lumpur menyebutkan penguatan CPO mengikuti pergerakan harga minyak kedelai dan biji-bijian lain yang lebih tinggi. Selain itu, reli di sektor energi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong sentimen bullish di pasar komoditas.

Harga minyak mentah yang melonjak meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel. Dari sisi domestik, kebijakan Indonesia yang menaikkan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5% dari harga referensi—naik dari sebelumnya 10%—untuk mendukung program mandatori biodiesel turut memicu ekspektasi pengetatan pasokan global.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Naik Rp 6,38/Kg di Periode 25 Februari–3 Maret 2026

Namun, penguatan harga masih dibayangi pelemahan kinerja ekspor. Data surveyor kargo Intertek Testing Services mencatat ekspor produk sawit Malaysia pada Februari turun 21,5% menjadi 1.149.063 metrik ton dibandingkan Januari.

Di pasar regional, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,29%, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 1,55%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melonjak 1,99%, memperkuat sentimen positif di kompleks minyak nabati global.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT

Pelaku industri kini mencermati apakah reli ini dapat berlanjut, mengingat dinamika pasokan global serta potensi tekanan permintaan dalam beberapa pekan mendatang. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP