Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik 55 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Kementan
AGRICOM, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melantik dan mengambil sumpah jabatan 55 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan), terdiri atas 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan satu pejabat fungsional Ahli Utama. Pelantikan berlangsung di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Pelantikan tersebut menegaskan komitmen Kementan dalam menerapkan sistem meritokrasi berbasis kinerja, sekaligus mempercepat pelaksanaan program strategis nasional di sektor pertanian. Amran menegaskan, sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan hasil promosi murni berdasarkan kinerja, termasuk pengisian jabatan eselon II di 33 provinsi.
BACA JUGA:
- Mentan Amran: Pers Mitra Strategis Negara dalam Menjaga Pangan dan Demokrasi
- Mentan Amran: Revamping Pupuk Kaltim Naikkan Efisiensi 16%, Produksi Pertanian Melompat
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi Kementan yang selaras dengan perhatian besar Presiden terhadap sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Hari ini kita melantik putra-putri terbaik Kementerian Pertanian. Ini bukan hadiah, melainkan hasil kerja keras. Kami menerapkan meritokrasi yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi, dan intervensi. Penilaian murni berbasis kinerja,” ujar Amran dalam sambutannya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Jumat (6/2).
Dalam arahannya, Amran menitipkan sejumlah agenda strategis yang harus dikawal ketat oleh para pejabat baru. Di antaranya penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), percepatan optimalisasi lahan (oplah), program cetak sawah, pembentukan brigade pangan, serta penguatan hilirisasi pertanian.
BACA JUGA: Tender CPO KPBN Inacom Kamis (5/2) Kembali Berakhir Withdraw, Turun 1,34 Persen
Ia juga menekankan pentingnya laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) yang harus disampaikan secara disiplin dan dievaluasi secara rutin.
“PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Pastikan kebijakan, inovasi, dan capaian sampai ke petani hingga pelosok,” tegasnya.
Amran turut menyoroti capaian sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir. Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaan, Indonesia mampu mencatatkan lompatan kinerja pertanian, mulai dari perbaikan tata kelola keuangan Kementan dari opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), peningkatan produksi, hingga kontribusi Indonesia dalam menurunkan harga beras dunia.
“Petani Indonesia berkontribusi pada stabilitas pangan global. Saat Indonesia berhenti impor, harga beras dunia ikut turun. Ini sejarah, dan ini hasil kerja keras bersama,” katanya.
Ke depan, Amran menargetkan capaian yang lebih ambisius, antara lain ekspor beras, swasembada gula putih tanpa impor, serta hilirisasi pertanian yang benar-benar berjalan di lapangan. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas, khususnya dalam penyaluran bantuan pertanian.
“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Pastikan alsintan tepat sasaran dan harga pupuk sesuai HET,” tegas Amran.
Menutup arahannya, Amran mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga semangat petani di seluruh Indonesia.
“Kita harus bekerja lebih baik dari hari kemarin. Pertanian tidak bisa berdiri sendiri, kita harus saling menguatkan. Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” pungkasnya. (A3)