Mentan Amran: Revamping Pupuk Kaltim Naikkan Efisiensi 16%, Produksi Pertanian Melompat

Mentan Amran: Revamping Pupuk Kaltim Naikkan Efisiensi 16%, Produksi Pertanian Melompat
Agricom.id

02 February 2026 , 15:54 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat peresmian peremajaan Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026). Foto: Istimewa

 

AGRICOM, BONTANG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hadir dalam proyek revamping (peremajaan) Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), anak usaha PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026). Peremajaan pabrik ini dinilai menjadi tonggak penting penguatan industri pupuk nasional yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan untuk menopang swasembada pangan.

Mentan Amran menegaskan, revitalisasi industri pupuk merupakan fondasi utama pembangunan pertanian modern. Revamping Ammonia Pabrik-2 menghasilkan peningkatan efisiensi hingga 16 persen, setara penghematan biaya sekitar Rp200 miliar per tahun, sekaligus menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO? ekuivalen per tahun.

BACA JUGA: 

- Harga Referensi CPO Februari 2026 Naik Jadi USD 918,47/MT, BK dan Pungutan Ekspor Ikut Menguat

- Permendag 1 Tahun 2026 Berlaku, Ekspor Karet Alam SIR Kini Lebih Terstandar dan Terawasi

Menurutnya, peremajaan pabrik pupuk berdampak langsung terhadap peningkatan produksi pertanian nasional, efisiensi biaya, serta penguatan ketahanan dan swasembada pangan.

“Ini kalau tidak salah menghemat 16 persen. Kami mewakili 160 juta petani Indonesia berterima kasih kepada Pupuk Indonesia. Produksi kita melompat dan tercipta delta. Tambahan keuntungannya mencapai Rp132 triliun pada 2025,” ujar Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, ketepatan waktu dan kecukupan pupuk menjadi faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian. Keterlambatan distribusi pupuk, meski hanya satu minggu, dapat menghilangkan potensi hasil panen hingga satu ton per hektare dan berdampak signifikan terhadap pendapatan petani nasional.

BACA JUGA: 

- Mentan Amran Dilantik Jadi Anggota DEN, Pertanian Siap Jadi Pilar Energi Hijau

- Harga Referensi dan HPE Biji Kakao Februari 2026 Naik, BK dan Pungutan Ekspor Tetap 7,5 Persen

“Kalau pupuk terlambat satu minggu, bisa hilang satu ton produksi. Tahun 2023–2024, karena pupuk terlambat dan volumenya tidak cukup, kita terpaksa impor 7 juta ton dengan nilai sekitar Rp100 triliun. Namun berkat kinerja luar biasa Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim, produksi kita naik dan nilainya mencapai Rp132 triliun,” ungkapnya.

Mentan Amran menambahkan, dengan penguatan industri pupuk nasional dan kerja keras seluruh pihak, target swasembada pangan Indonesia diyakini dapat tercapai lebih cepat dari rencana empat tahun. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen mendorong hilirisasi pertanian, mengurangi ketergantungan impor, serta memperluas ekspor produk bernilai tambah.

“Mimpi kita seluruh komoditas pertanian dihilirisasi. Hentikan impor, dorong ekspor produk jadi. Kita ingin memengaruhi dunia, menjadi lumbung pangan dunia, dan memastikan petani Indonesia sejahtera,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menekankan bahwa industri pupuk merupakan instrumen strategis negara dalam menjaga kedaulatan pangan.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Senin (2/2) Turun, Tertinggi Rp 31.586 per Kg

“Sejak awal, bangsa ini menegaskan Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan dari bangsa lain. Karena itu, industri pupuk dibangun sebagai instrumen strategis negara agar sawah tetap ditanami, petani terus berproduksi, dan kedaulatan pangan terjaga,” ujarnya.

Titiek menilai, revamping Ammonia Pabrik-2 bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan keputusan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mentransformasi industri pupuk agar lebih efisien, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

“Teknologi modern meningkatkan efisiensi energi dan gas alam, sekaligus menekan emisi hingga sekitar 110 ribu ton CO? ekuivalen per tahun. Ini bukti bahwa pembangunan industri dapat sejalan dengan tanggung jawab lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PIHC Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa peremajaan Ammonia Pabrik-2 merupakan bagian dari rencana besar revitalisasi industri pupuk nasional, yang mencakup peremajaan dan pembangunan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan. Program ini ditujukan untuk menciptakan industri pupuk yang lebih efisien dan berkelanjutan, menjaga keterjangkauan harga pupuk bagi petani, serta memperkuat fondasi swasembada pangan.

“Peremajaan ini tidak hanya penting secara operasional, tetapi juga memiliki nilai historis kuat. Pabrik-2 diresmikan pada 29 Oktober 1984 oleh Presiden Soeharto saat Indonesia mencapai swasembada pangan. Kini diremajakan saat Presiden Prabowo mengumumkan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan,” ujarnya.

Pasca revamping, pabrik ini ditargetkan mampu menurunkan konsumsi gas hingga 4 MMBtu per ton ammonia, menekan emisi karbon sekitar 110.000 ton CO? per tahun, serta menghemat biaya produksi melalui peningkatan efisiensi.

Dengan diresmikannya proyek ini, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat industri pupuk nasional sebagai penopang utama swasembada pangan. Modernisasi teknologi, efisiensi energi, dan pengurangan emisi diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP