Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melemah pada pekan ini, tertekan koreksi harga minyak nabati global, termasuk minyak kedelai di Amerika Serikat dan Tiongkok, yang menekan sentimen pasar. Foto: Agricom
AGRICOM, KUALA LUMPUR — Perdagangan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives mencatat pelemahan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir, seiring tekanan dari turunnya harga minyak nabati pesaing di pasar global, terutama di Amerika Serikat dan Tiongkok.
Merujuk laporan Reuters, pada perdagangan Jumat (6/2/2026), kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup melemah sebesar RM53 per ton atau turun 1,26% menjadi RM4.153 per ton. Secara kumulatif, kontrak tersebut tercatat turun sekitar 1,8% sepanjang pekan ini.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Kamis (5/2) Turun 0,4 Persen, Tertekan Pelemahan Minyak Nabati Global
Pelemahan harga CPO terjadi di tengah koreksi yang juga melanda pasar minyak nabati internasional. Di Tiongkok, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,44%. Sementara itu, kontrak minyak sawit di bursa yang sama terkoreksi lebih dalam, yakni sebesar 1,02%.
Tekanan serupa juga datang dari pasar Amerika Serikat. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) tercatat melemah 0,55%, memperkuat sentimen negatif di pasar minyak nabati global.
Pelaku pasar menilai pergerakan harga CPO saat ini masih sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak nabati pesaing, serta prospek permintaan dari negara konsumen utama. Dalam jangka pendek, fluktuasi pasar global diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. (A3)