Harga Minyak Goreng Wajib Terjangkau, Mentan Amran Sidak dan Segel Pelanggar HET

Harga Minyak Goreng Wajib Terjangkau, Mentan Amran Sidak dan Segel Pelanggar HET
Agricom.id

22 February 2026 , 17:18 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan MinyaKita dijual di atas HET dan memerintahkan penelusuran hingga distributor besar demi menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, Jakarta — Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri. Di tengah status Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, tidak ada toleransi terhadap praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Penegasan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran, Jumat (20/2/2026). Dalam sidak tersebut, ditemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita dijual Rp19.000 per liter, jauh di atas HET Rp15.700 per liter.

Temuan itu langsung ditindaklanjuti. Mentan Amran meminta aparat penegak hukum menelusuri rantai distribusi hingga ke tingkat distributor besar dan produsen. Ia menegaskan, penindakan tidak boleh menyasar pedagang kecil, melainkan pihak yang diduga mengambil keuntungan di hulu distribusi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis ke Rp 14.150/Kg di Akhir Pekan, Jumat (20/2)

“Ini harus diproses hukum dan disegel unit usahanya. Tapi jangan pengecer yang kecil. Telusuri sampai distributor besar dan perusahaan,” tegasnya, dikutip Agricom.id dari laman resmi Kementan, Minggu (22/2).

Sebagai bagian dari pembuktian, Amran bahkan membeli dua kantong MinyaKita untuk dijadikan barang bukti. Ia meminta hasil penelusuran diumumkan secara terbuka agar publik mengetahui proses penegakan hukum berjalan transparan.

 

Anomali Harga di Negeri Raksasa Sawit

Secara global, mekanisme supply and demand untuk komoditas crude palm oil (CPO) berjalan normal. Namun, kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri dinilai sebagai anomali.

Indonesia menyumbang sekitar 58 persen produksi sawit global dan 56 persen ekspor dunia. Dengan bahan baku yang melimpah dan posisi strategis tersebut, menurut Amran, tidak ada alasan harga minyak goreng melonjak di pasar domestik.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Jumat (20/2) Naik Lagi, Tembus Rp32.451/Kg

“Kita produsen terbesar dunia. Bahan baku melimpah. Tapi harga minyak goreng naik. Ini yang harus kita luruskan,” ujarnya di hadapan pedagang dan aparat.

Ia menekankan, dominasi produksi sawit nasional harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam bentuk harga minyak goreng yang terjangkau.

 

Ramadan dan Disiplin Regulasi

Momentum Ramadan menjadi perhatian khusus pemerintah. Kebutuhan pangan masyarakat cenderung meningkat, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak bermaksud menghambat aktivitas usaha. Namun, seluruh pelaku industri pangan wajib mematuhi regulasi yang berlaku, terutama terkait HET.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 11–24 Februari 2026 Turun ke Rp 3.677,52/Kg

“Kami tidak ingin mengganggu pengusaha. Silakan mencari rezeki, tapi jangan merugikan rakyat, apalagi di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak yang mencoba memanfaatkan momentum keagamaan untuk meraup keuntungan berlebihan. Penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu terhadap pelaku pelanggaran di tingkat distribusi besar.

 

Sawit, Tulang Punggung Ekspor

Data Badan Pusat Statistik memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Sepanjang Januari–Desember 2025, nilai ekspor CPO dan turunannya mencapai US$24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$20,05 miliar.

Lonjakan tersebut menegaskan peran sawit sebagai tulang punggung ekspor dan penopang devisa nasional. Namun, pemerintah mengingatkan bahwa kekuatan di pasar global harus berbanding lurus dengan perlindungan konsumen di dalam negeri.

Pengawasan distribusi yang lebih ketat, operasi pasar berkelanjutan, serta penegakan hukum tegas menjadi instrumen utama menjaga stabilitas harga dan pasokan. Pemerintah memastikan minyak goreng tidak boleh langka dan tidak boleh mahal di negeri produsen utama sawit dunia.

Bagi pemerintah, keberhasilan industri sawit tidak hanya diukur dari angka ekspor, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP