AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di bursa SGX-SICOM pada perdagangan Selasa (24/2/2026) tercatat sebesar 194,9 US cent/kg atau setara Rp 32.615/kg.
Dengan kurs Rp 16.734 per dolar AS, harga karet turun Rp 46/kg dibandingkan perdagangan Senin (23/2/2026) yang mencapai Rp 32.661/kg.
Penurunan tipis ini mencerminkan pergerakan pasar global yang cenderung stabil namun masih dibayangi fluktuasi permintaan dan sentimen eksternal, termasuk pergerakan harga komoditas lain serta nilai tukar.
BACA JUGA: Tren Positif Berlanjut, Harga Karet SGX Sicom Sentuh Rp 32.661 per Kg Pada Senin (23/2)
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100% = Rp 32.615/kg
- KKK 70% = Rp 22.831/kg
- KKK 60% = Rp 19.569/kg
BACA JUGA: APKARINDO Tagih Janji Mentan: Replanting dan Hilirisasi Aspal Karet Jangan Berhenti di Wacana
- KKK 50% = Rp 16.308/kg
- KKK 40% = Rp 13.046/kg
- KKK 30% = Rp 9.785/kg
Pelaku pasar karet domestik diharapkan tetap mencermati dinamika harga internasional serta pergerakan kurs, mengingat keduanya menjadi faktor utama pembentuk harga di tingkat petani maupun pedagang. Meski koreksi relatif kecil, volatilitas pasar global tetap perlu diantisipasi dalam menentukan strategi penjualan.
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)