Harga CPO Malaysia Turun, Pasar Antisipasi Perlambatan Ekspor

Harga CPO Malaysia Turun, Pasar Antisipasi Perlambatan Ekspor
Agricom.id

25 February 2026 , 14:55 WIB

Harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup turun pada Selasa (24/2/2026) di tengah kekhawatiran melemahnya kinerja ekspor dalam beberapa pekan mendatang. Foto: Agricom

 

AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Tekanan harga muncul seiring ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan kinerja ekspor dalam beberapa pekan ke depan.

Mengutip laporan Bernama, pelaku pasar mulai mengambil posisi hati-hati menyusul indikasi perlambatan permintaan dari negara tujuan utama. Sentimen ini mendorong aksi ambil untung setelah dalam beberapa sesi sebelumnya harga relatif bertahan di atas level psikologis RM4.000 per ton.

BACA JUGA: 

- Harga CPO Bursa Malaysia Turun, Ringgit Menguat Tekan Minat Beli

- Harga CPO KPBN Inacom Senin (23/2) Turun Menjadi Rp 14.100/kg

Pergerakan Kontrak Berjangka

Pada penutupan perdagangan:

  • Kontrak Maret 2026 turun RM34 menjadi RM4.017 per ton.
  • Kontrak April 2026 melemah RM33 menjadi RM4.048 per ton.
  • Kontrak Mei 2026 terkoreksi RM30 menjadi RM4.053 per ton.
  • Kontrak Juni 2026 turun RM28 menjadi RM4.054 per ton.
  • Kontrak Juli 2026 melemah RM22 menjadi RM4.052 per ton.
  • Kontrak Agustus 2026 berkurang RM24 menjadi RM4.049 per ton.

Koreksi yang relatif merata di seluruh tenor menunjukkan tekanan jual tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek fundamental dalam waktu dekat.

 

Volume dan Open Interest Menguat

Di tengah pelemahan harga, aktivitas perdagangan justru meningkat. Volume transaksi naik menjadi 67.160 lot, dibandingkan 62.122 lot pada sesi sebelumnya.

Sementara itu, open interest juga mengalami kenaikan menjadi 223.235 kontrak dari sebelumnya 221.427 kontrak. Peningkatan ini mengindikasikan masih tingginya partisipasi pelaku pasar serta adanya pembukaan posisi baru, baik untuk lindung nilai maupun spekulasi.

 

Tekanan Ekspor Jadi Sorotan

Ekspektasi penurunan ekspor menjadi faktor dominan yang membayangi pasar. Jika realisasi ekspor benar-benar melemah dalam beberapa pekan mendatang, maka potensi akumulasi stok dapat kembali menjadi sentimen negatif bagi harga.

Bagi pelaku industri sawit, perkembangan ini perlu dicermati dengan serius. Stabilitas ekspor tetap menjadi kunci menjaga keseimbangan pasokan dan harga global, terutama di tengah dinamika permintaan dari pasar utama seperti India, Tiongkok, dan Uni Eropa.

Ke depan, arah harga CPO masih sangat bergantung pada data ekspor aktual, pergerakan minyak nabati pesaing, serta dinamika nilai tukar ringgit. Pasar akan menunggu katalis baru untuk menentukan apakah koreksi ini bersifat sementara atau menjadi awal dari fase konsolidasi yang lebih dalam. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP