Harga CPO Malaysia Melemah, Tekanan Ekspor dan Energi Bayangi Pasar

Harga CPO Malaysia Melemah, Tekanan Ekspor dan Energi Bayangi Pasar
Agricom.id

18 April 2026 , 19:51 WIB

Penurunan ekspor dan pelemahan harga minyak mentah global menekan pergerakan harga CPO di Malaysia dan pasar domestik. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Jumat (17/4/2026), tertekan oleh penurunan harga minyak mentah global serta meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi lonjakan pasokan.

Pelemahan ini turut dipicu oleh data ekspor yang menunjukkan penurunan permintaan pada paruh pertama April. Laporan dari Intertek Testing Services mencatat ekspor CPO periode 1–15 April turun menjadi 609.868 ton, dibandingkan 926.602 ton pada periode yang sama bulan sebelumnya.

BACA JUGA: 

- Permintaan Melemah, Harga CPO Malaysia Bergerak Datar

- Pasar Lesu, Lelang CPO KPBN Berakhir Withdraw Pada Kamis (16/4)

Senada, AmSpec Agri Malaysia juga melaporkan penurunan pengiriman menjadi 601.401 ton dari sebelumnya 921.606 ton. Data ini memperkuat sinyal bahwa permintaan global terhadap CPO masih tertahan di tengah tekanan dari sektor energi dan ekspektasi peningkatan produksi.

Sementara itu, di pasar domestik, harga CPO yang ditawarkan melalui PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara mengalami withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi mencapai Rp 15.100 per kilogram pada Jumat (17/4/2026).

BACA JUGA: 

- Andalas Forum VI: ISPO Didorong Jadi Standar Global, Indonesia Siap Pimpin Arah

- GAPKI Perkuat Sinergi Industri Sawit Lewat Andalas Forum VI

Harga tersebut turun Rp 67 per kilogram atau sekitar 0,44 persen dibandingkan penawaran tertinggi pada Kamis (16/4/2026) yang mencapai Rp 15.167 per kilogram.

Kondisi ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar CPO, baik dari sisi global maupun domestik. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan harga energi dan tren permintaan ekspor sebagai faktor utama yang akan menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP