Harga CPO KPBN Naik 2,19 Persen Pada Rabu (24/6), Bursa Malaysia Masih Tertekan

Harga CPO KPBN Naik 2,19 Persen Pada Rabu (24/6), Bursa Malaysia Masih Tertekan
Agricom.id

25 June 2026 , 06:31 WIB

Dok. Agricom/ Harga CPO KPBN naik menjadi Rp15.650 per kilogram pada Rabu (24/6/2026), sementara kontrak CPO Bursa Malaysia kembali melemah akibat tekanan dari pasar minyak nabati global dan turunnya harga minyak mentah.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu (24/6/2026). PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menetapkan harga CPO sebesar Rp15.650 per kilogram, naik Rp335 per kilogram atau sekitar 2,19 persen dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Selasa (23/6/2026) yang tercatat Rp15.315 per kilogram.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.650 per kilogram dan menjadi acuan tertinggi pada perdagangan hari itu.

BACA JUGA: Harga CPO Terkoreksi pada Selasa (23/6), KPBN Withdraw dan Bursa Malaysia Melemah

Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka pada level Rp15.450 per kilogram. Namun, proses penawaran berakhir dengan withdraw (WD), dengan harga penawaran tertinggi mencapai Rp15.445 per kilogram.

Kondisi serupa juga terjadi di FOB Teluk Bayur. Harga pembukaan tercatat Rp15.520 per kilogram, tetapi transaksi tidak terjadi setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.203 per kilogram sehingga berstatus withdraw.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Dua Hari Beruntun, CPO KPBN Naik 2,19 Persen

Untuk produk inti sawit (PK), harga di Loko PKS Rantau Dua tercatat sebesar Rp11.727 per kilogram, sedangkan harga di Loko PKS Talang Lebar berada pada level Rp11.726 per kilogram.

Di tengah penguatan harga domestik, pasar CPO internasional justru masih bergerak melemah. Dilansir Reuters, kontrak berjangka minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (24/6/2026), memperpanjang pelemahan untuk hari kedua berturut-turut.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Terima Adi Bakti Tani Nelayan Maha Utama di PENAS XVII Gorontalo

Tekanan pasar dipicu oleh pergerakan yang beragam pada minyak nabati pesaing di pasar global serta penurunan harga minyak mentah dunia yang mengurangi daya tarik bahan baku biodiesel berbasis minyak nabati.

Kontrak acuan CPO pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM6 per ton atau sekitar 0,13 persen menjadi RM4.652 per ton pada jeda perdagangan siang. Sepanjang sesi perdagangan, harga bergerak dalam rentang RM4.646 hingga RM4.690 per ton.

BACA JUGA: Prabowo di PENAS Petani dan Nelayan XVII: Swasembada Pangan Tercapai, Indonesia Siap Menuju Swasembada Energi

Pergerakan minyak nabati global juga menunjukkan sentimen yang beragam. Di Bursa Dalian, China, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,36 persen. Sebaliknya, kontrak minyak sawit paling aktif di bursa tersebut turun 0,45 persen.

Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) relatif stabil tanpa perubahan yang berarti. Pelaku pasar masih menantikan perkembangan permintaan global, pergerakan harga energi, serta prospek produksi minyak nabati di negara-negara produsen utama.

Kondisi tersebut membuat pasar CPO global masih bergerak hati-hati, meskipun pasar domestik Indonesia menunjukkan ketahanan dengan kenaikan harga yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP