AGRICOM, JAKARTA – Pasokan minyak sawit Malaysia menunjukkan pemulihan signifikan pada Juni 2026 setelah produksi meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekspor. Kondisi tersebut mendorong stok minyak sawit negara itu naik ke level tertinggi untuk periode Juni dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi salah satu faktor yang akan terus dicermati pelaku pasar global.
Berdasarkan data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dirilis Jumat (10/7/2026), persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir Juni mencapai 2,54 juta metrik ton, naik 4,78% dibandingkan Mei.
Peningkatan stok terutama ditopang oleh lonjakan produksi minyak sawit mentah (CPO) sebesar 8,08% menjadi 1,64 juta metrik ton, sekaligus menjadi volume produksi tertinggi dalam enam bulan terakhir. Pemulihan ini menandai berakhirnya pelemahan produksi yang terjadi pada Mei seiring membaiknya aktivitas panen.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Stabil, Ditopang Dalian dan Minyak Mentah
Di sisi permintaan, ekspor juga menunjukkan perbaikan. Pengiriman minyak sawit Malaysia ke pasar internasional meningkat 6,2% menjadi 1,20 juta metrik ton, mengakhiri penurunan yang terjadi selama dua bulan berturut-turut.
Meski demikian, peningkatan produksi yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekspor menyebabkan volume stok tetap bertambah. Bertambahnya persediaan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar karena dapat memengaruhi keseimbangan pasokan global dan arah pergerakan harga minyak sawit dalam beberapa pekan mendatang.
BACA JUGA: Tender KPBN 10 Juli 2026; Harga CPO Tetap Rp15.600/Kg, Seluruh Tender Berakhir Withdraw
Di tengah membaiknya fundamental pasokan tersebut, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam empat bulan selama perdagangan Juni. Namun, meningkatnya stok diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan investor dalam menilai prospek harga pada paruh kedua tahun ini.
Hasil laporan MPOB tersebut secara umum sejalan dengan ekspektasi pasar. Sebelumnya, survei Reuters memperkirakan stok minyak sawit Malaysia berada di kisaran 2,50 juta metrik ton, dengan produksi sekitar 1,65 juta metrik ton dan ekspor mencapai 1,30 juta metrik ton selama Juni.
BACA JUGA: B50 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Kedaulatan Energi Berbasis Biodiesel Sawit
Meski realisasi produksi dan stok hanya sedikit berbeda dari proyeksi, data tersebut mengonfirmasi bahwa pemulihan produksi berlangsung lebih cepat daripada peningkatan permintaan, sehingga menjaga tekanan kenaikan persediaan di Malaysia. (A3)