Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1 untuk Perkuat Ketahanan Protein Hewani

Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1 untuk Perkuat Ketahanan Protein Hewani
Dok. Humas Kementan

15 July 2026 , 06:59 WIB

AGRICOM, MAKASSAR – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mendukung pengembangan 5.000 ekor parent stock (indukan) Ayam ALOPE UNHAS-1 sebagai upaya memperkuat pasokan protein hewani nasional sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.

Program senilai Rp2,1 miliar tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara BRMP dan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang diinisiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Mei 2026. Implementasi kerja sama dimulai pada Juni 2026 dengan target menghasilkan 5.000 indukan Ayam ALOPE UNHAS-1 sebagai sumber bibit ayam lokal unggul.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan pokok, tetapi juga harus memastikan ketersediaan sumber protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat. Karena itu, inovasi hasil penelitian perguruan tinggi perlu terus didorong agar dapat dimanfaatkan secara luas.

BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Ayam dan Telur Mulai 15 Juli, Wamentan: Peternak Harus Untung, Konsumen Tetap Terjangkau

"Ketahanan pangan harus dibangun secara utuh, termasuk melalui penguatan penyediaan protein hewani. Inovasi anak bangsa harus menjadi solusi untuk meningkatkan produksi, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi peternak," ujar Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (15/7).

Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan hasil pemuliaan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan kondisi tropis Indonesia. Pengembangannya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan bibit ayam lokal berkualitas.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, mengatakan kerja sama dengan Universitas Hasanuddin merupakan bagian dari upaya mempercepat hilirisasi inovasi pertanian agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat.

BACA JUGAMentan Amran Kucurkan Rp1,33 Triliun untuk Lumbung Pangan Papua Selatan

Menurutnya, BRMP memiliki mandat untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian yang telah terbukti potensinya. Pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1 menjadi salah satu implementasi kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat penyediaan protein hewani sekaligus meningkatkan daya saing sektor peternakan nasional.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menyambut baik dukungan Kementerian Pertanian melalui BRMP terhadap pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1. Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pemanfaatan inovasi yang telah dikembangkan oleh sivitas akademika Unhas.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Naik Tipis ke Rp38.696/Kg Pada Selasa (14/7)

Ia berharap program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi BRMP dan Universitas Hasanuddin, Kementerian Pertanian terus mendorong hilirisasi hasil riset untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan bergizi, khususnya protein hewani, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP