AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Kenaikan yang berlangsung selama dua sesi berturut-turut tersebut didorong oleh penguatan harga minyak nabati pesaing di pasar global serta lonjakan harga minyak mentah yang meningkatkan optimisme pelaku pasar.
Kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 ditutup naik RM40 per ton atau sekitar 0,88% menjadi RM4.573 per ton. Penguatan ini memperpanjang tren positif setelah pasar mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak kedelai di Amerika Serikat dan Tiongkok.
Dilansir dari Reuters, harga minyak kedelai di Bursa Chicago menguat 0,47% setelah melonjak sekitar 3,35% pada sesi sebelumnya. Di Bursa Dalian, Tiongkok, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,4%, sementara kontrak minyak sawit menguat 0,95%.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (14/7) Naik Tipis Menjadi Rp15.685 per Kg
Sentimen positif di pasar global turut tercermin di pasar domestik. Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO pada tender Selasa (14/7/2026) ditetapkan sebesar Rp15.685 per kg untuk Franco Kuala Tanjung.
Harga tersebut meningkat Rp80 per kg atau sekitar 0,51% dibandingkan tender Senin (13/7/2026) yang berada di level Rp15.605 per kg, sekaligus memperlihatkan bahwa pasar CPO domestik masih bergerak seiring dengan penguatan harga di bursa internasional.
BACA JUGA: GAPKI Teken MoU dengan Fat and Oil Union of Russia, Bidik Penguatan Ekspor Sawit
Selain Franco Kuala Tanjung, tender KPBN juga mencatat harga Franco Teluk Bayur sebesar Rp15.555 per kg dan FOB Talang Duku sebesar Rp15.485 per kg. Sementara itu, tender FOB Palembang dan FOB Parindu, Kalimantan Barat, berakhir withdraw (WD) karena penawaran yang masuk masih berada di bawah harga yang diharapkan. (A3)