Gubernur Aceh Temui Mentan Amran, Bahas Pemulihan Pertanian Pascabencana

Gubernur Aceh Temui Mentan Amran, Bahas Pemulihan Pertanian Pascabencana
Agricom.id

23 December 2025 , 16:17 WIB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membahas pemulihan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan Aceh pascabencana. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, JAKARTA — Gubernur Aceh Muzakir Manaf menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman Mentan, Jakarta, Senin (22/12/2025). Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan pemerintah pusat dalam pemulihan sektor pertanian serta pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Aceh pascabencana.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Aceh dan menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk mendampingi pemulihan pertanian di provinsi tersebut. Ia menyatakan, berbagai sektor pertanian Aceh, mulai dari sawah terdampak bencana hingga komoditas kopi, akan menjadi perhatian utama pemerintah pusat.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur. Insya Allah, sektor pertanian Aceh akan kita perbaiki bersama. Mulai Januari, kami akan turun langsung ke lapangan,” ujar Mentan Amran.

BACA JUGA: 

- Hadir di Rakernas APPSI, Wamentan Sudaryono Tegaskan Era Prabowo Fokus Swasembada Pangan

- HKTI: Perpres 113/2025 Dorong Revolusi Tata Niaga Pupuk dan Ketahanan Pangan

Ia juga menjelaskan bahwa permintaan beras sebanyak 10 ribu ton dari Pemerintah Aceh telah direalisasikan. Selain itu, bantuan senilai Rp75 miliar untuk tiga provinsi terdampak bencana, dengan sekitar dua pertiganya dialokasikan bagi Aceh, telah disalurkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mentan Amran menambahkan, Kementerian Pertanian berencana mengunjungi Aceh untuk meninjau langsung perkembangan program cetak sawah bersama Gubernur Aceh. Luas lahan sawah yang terdampak dan akan dibangun kembali diperkirakan mencapai sekitar 89 ribu hektare. Tim Kementerian Pertanian dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada Januari, dengan tahap persiapan dimulai dalam dua pekan ke depan.

Sementara itu, Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, kepada masyarakat Aceh. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat pascabencana.

BACA JUGA: 

- Tender CPO KPBN Inacom Senin (22/12): Franco Dumai Naik, Tembus Rp 14.215 per Kg

- Harga Karet SGX Sicom Senin (22/12) Turun Tipis, Tertinggi Rp 29.139 per Kg

“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas bantuan yang diberikan kepada Aceh. Alhamdulillah, masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” ujar Mualem, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Selasa (23/12).

Ia menambahkan, bantuan sandang pangan dan sembako yang disalurkan Kementerian Pertanian telah meringankan beban masyarakat. Namun demikian, Mualem juga menyampaikan masih adanya kebutuhan lanjutan, seperti obat-obatan, selimut, serta perlengkapan sekolah bagi siswa tingkat SD dan SMP.

Menanggapi hal itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah pusat akan terus menyiapkan stok dan bantuan sesuai kebutuhan daerah. Ia memastikan ketersediaan stok logistik disiapkan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan, dengan fokus pada beras, minyak goreng, dan bantuan pokok lainnya.

“Kita bantu saudara-saudara kita di Aceh. Ini merupakan perintah Bapak Presiden,” tegas Mentan Amran. Ia juga memastikan penebalan stok akan dilakukan untuk mengantisipasi momentum akhir tahun.

Selain bantuan logistik, pertemuan tersebut turut membahas dukungan sarana produksi pertanian, termasuk program cetak sawah, pengembangan kebun kopi, serta penyediaan alat dan mesin pertanian yang direncanakan mulai dikirim pada Januari 2026.

“Kami siap mendukung penuh pemulihan dan penguatan sektor pertanian Aceh,” pungkas Mentan Amran. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP