Presiden Prabowo Beri Hormat dan Apresiasi Tinggi Kepada Mentan Amran dan Petani, Indonesia Cetak Swasembada Pangan Tercepat

Presiden Prabowo Beri Hormat dan Apresiasi Tinggi Kepada Mentan Amran dan Petani, Indonesia Cetak Swasembada Pangan Tercepat
Agricom.id

11 January 2026 , 17:50 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberi hormat kepada petani dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1/2026), sekaligus mengumumkan Indonesia resmi kembali swasembada pangan hanya dalam satu tahun. Foto: Kementan

 

AGRICOM, KARAWANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan dan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta seluruh petani Indonesia atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tercepat dalam sejarah nasional. Dalam kurun waktu hanya satu tahun, Indonesia dinyatakan mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan lepas dari ketergantungan impor.

Momen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026). Di hadapan ribuan petani, Presiden bahkan secara khusus memberikan hormat sebagai bentuk penghargaan.

BACA JUGA: 

- Harga CPO KPBN Inacom Jumat (9/1) Masih Naik,  Tembus Rp 14.411 per Kg

- Harga CPO Bursa Malaysia Melemah di Akhir Pekan, Kinerja Mingguan Tetap Positif

“Saudara-saudara sekalian, izinkan saya mengikuti naluri saya. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita swasembada pangan,” ujar Prabowo, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Minggu (11/1).

Presiden mengaku bangga karena target swasembada empat tahun yang ia tetapkan sejak awal pemerintahan justru tercapai hanya dalam satu tahun. Ia menilai capaian ini menjadi bukti soliditas Kabinet Merah Putih serta kuatnya sinergi antara pemerintah dan petani.

“Waktu saya dilantik, saya beri target empat tahun. Tapi saudara-saudara bekerja keras, bersatu, kompak. Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa lain,” tegasnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Turun Tipis Di Periode 7–13 Januari 2026

Secara khusus, Prabowo memuji dedikasi Mentan Andi Amran Sulaiman yang dinilainya bekerja melampaui batas kewajaran demi membangun pertanian nasional.

“Menteri Amran pengusaha sukses. Beliau jadi menteri adalah pengorbanan. Tidur hanya tiga sampai empat jam sehari. Saya kadang prihatin, tapi dalam hati juga bangga,” ucap Presiden.

Prabowo juga menaruh penghormatan besar kepada petani. Ia mengenang pengalamannya sejak menjadi prajurit TNI dan menegaskan peran vital petani dalam sejarah perjuangan bangsa.

“Saya masuk tentara tahun 1970. Setiap latihan di desa, petani selalu memberi makan dan minum. Waktu kita merdeka, tidak ada anggaran, tapi petani memberi makan tentara. Kita tidak mungkin merdeka tanpa jasa petani,” katanya.

Di hadapan ribuan peserta, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan kembalinya Indonesia sebagai bangsa swasembada pangan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya umumkan Indonesia telah berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa swasembada bukan sekadar capaian teknis, melainkan tonggak penting kedaulatan bangsa. Menurutnya, tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika pangan masih bergantung pada pihak luar.

Pengumuman itu diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Kerangka Sampel Area (KSA) November 2025 yang memprediksi produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Data tersebut sejalan dengan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam.

Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan ini lahir dari keberanian mengambil kebijakan besar yang berpihak kepada petani. Mulai dari penyederhanaan regulasi pupuk, penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen, modernisasi alat mesin pertanian, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, hingga kebijakan penyerapan gabah oleh BULOG dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk semua kualitas.

Meski demikian, Presiden menegaskan swasembada beras bukanlah akhir perjuangan. Pemerintah, kata dia, akan melanjutkan agenda besar menuju swasembada jagung, singkong, bawang putih, sekaligus memperkuat sektor peternakan dan perikanan.

“Kalau ada yang nyinyir, kita jawab dengan kerja dan bukti. Tahun ini swasembada, tahun-tahun ke depan kita swasembada lagi,” ujarnya, disambut tepuk tangan para petani.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan buah dari kepemimpinan Presiden Prabowo yang tegas dan konsisten berpihak kepada petani.

“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak Presiden. Harga gabah naik, harga pupuk turun, pupuk tersedia. Swasembada ini adalah kerja kolektif seluruh petani Indonesia dengan dukungan penuh Presiden,” kata Amran. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP