Produksi Padi Meningkat, Mentan Amran Bidik Serapan Gabah 4 Juta Ton pada 2026

Produksi Padi Meningkat, Mentan Amran Bidik Serapan Gabah 4 Juta Ton pada 2026
Agricom.id

12 January 2026 , 19:50 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Serapan Gabah dan Beras 2026 di Jakarta, menegaskan optimisme pemerintah mencapai target serapan setara beras sebesar 4 juta ton seiring peningkatan produksi nasional. Foto: Kementan

 

AGRICOM, Jakarta – Pemerintah optimistis target serapan gabah setara beras pada 2026 sebesar 4 juta ton dapat tercapai, seiring tren peningkatan produksi padi nasional. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3 juta ton.

Optimisme itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Serapan Gabah dan Beras 2026 serta penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum BULOG, Senin (12/1/2026).

“Kita menargetkan serapan beras tahun 2026 mencapai 4 juta ton. Ini target BULOG dan kita kolaborasi penuh. Mudah-mudahan tercapai. Kalau ini berhasil, akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia,” ujar Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Beri Hormat dan Apresiasi Tinggi Kepada Mentan Amran dan Petani, Indonesia Cetak Swasembada Pangan Tercepat

Ia menegaskan, peningkatan produksi menjadi faktor kunci pencapaian target tersebut. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Januari 2026, luas tanam pada periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare, dengan potensi produksi beras sebesar 4,78 juta ton.

“Artinya, jika tidak ada bencana atau gangguan berarti, produksi tahun ini insyaallah akan lebih besar dibandingkan tahun lalu,” katanya optimistis.

Mentan Amran menekankan bahwa target ambisius ini hanya dapat dicapai melalui sinergi dan kerja satu komando antara Kementerian Pertanian, BULOG, Badan Pangan Nasional, serta seluruh pemangku kepentingan sektor pangan.

BACA JUGA: Petani Karawang Rasakan Dampak Swasembada: Produksi Melonjak, Harga Gabah Dongkrak Kesejahteraan

“Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu harus kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal. Ini kunci untuk menjaga swasembada dan melangkah ke tahap berikutnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan serapan gabah menjadi bagian dari strategi mempertahankan swasembada pangan secara berkelanjutan, sekaligus melindungi kepentingan petani.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan bahwa Indonesia swasembada pangan berkat kerja keras kita semua. Sekarang kita diminta menyiapkan langkah 2026 agar swasembada ini bisa terus dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai 2026 sebagai momentum penting untuk memastikan seluruh program pangan berjalan konsisten dan berkelanjutan.

“Apa yang sudah berhasil di 2025 harus menjadi autopilot di 2026. Kita pertahankan swasembada pangan, sekaligus menciptakan capaian-capaian baru,” kata Sudaryono.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga swasembada tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan nasional, tetapi juga langsung dirasakan petani.

“Produksi nasional naik, petani semakin sejahtera, kita tidak impor. Ini menjadi tonggak sejarah baru di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Di sisi hilir, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan BULOG menjalankan penugasan pemerintah, mulai dari penyerapan gabah dan beras, pengolahan, hingga penyaluran.

“Kami siap menjalankan tugas seoptimal mungkin untuk mewujudkan swasembada pangan pada 2026 dan seterusnya, melalui penguatan penyerapan, pengolahan, dan distribusi beras,” tegasnya.

Pemerintah meyakini, dengan produksi yang terus meningkat dan sinergi lintas sektor yang semakin solid, target serapan beras 2026 sebesar 4 juta ton dapat direalisasikan, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.  (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP