Pasar Minyak Nabati Menguat, Harga CPO Malaysia Rebound

Pasar Minyak Nabati Menguat, Harga CPO Malaysia Rebound
Agricom.id

15 January 2026 , 13:05 WIB

Kenaikan harga minyak kedelai dan minyak sawit di pasar global memberi sentimen positif bagi CPO Malaysia di tengah harapan membaiknya permintaan ekspor. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia kembali bergerak naik pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Pemulihan harga ini mencerminkan membaiknya sentimen pasar global, terutama didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing serta munculnya indikasi penguatan permintaan ekspor dari negara konsumen utama.

Di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Maret 2026 tercatat menguat RM43 per ton atau sekitar 1,06%, dan diperdagangkan di level RM4.107 per ton pada jeda siang, seperti dikutip dari Reuters.

Pelaku pasar menilai penguatan kali ini tidak berdiri sendiri. Pergerakan CPO sejalan dengan tren positif di pasar minyak nabati global, termasuk minyak kedelai di Amerika Serikat dan pasar komoditas di China. Kondisi ini memperkuat optimisme bahwa tekanan harga dalam beberapa sesi terakhir mulai mereda.

BACA JUGA: 

- Harga CPO Malaysia Lanjut Menguat, Permintaan Awal Januari Beri Sinyal Positif

- Harga CPO KPBN Inacom Rabu (14/1) Berakhir WD di Semua Lokasi

Dari sisi fundamental, prospek ekspor turut memberikan dukungan. Lembaga survei kargo memperkirakan pengapalan produk sawit Malaysia sepanjang 1–10 Januari meningkat signifikan, yakni sekitar 17,7% hingga 29,2% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya. Data lanjutan untuk periode 1–15 Januari dijadwalkan akan dirilis pada Kamis dan dinanti pelaku pasar sebagai penentu arah harga berikutnya.

Di pasar pesaing, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat menguat sekitar 0,15%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama naik sekitar 0,2%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga bergerak lebih tinggi sekitar 0,2%, mencerminkan penguatan merata di kompleks minyak nabati global.

Kombinasi antara penguatan pasar pesaing dan membaiknya ekspektasi ekspor membuat CPO kembali mendapat ruang untuk menguat, meskipun pelaku usaha tetap mencermati perkembangan permintaan dari India dan China serta dinamika pasar energi dan mata uang global. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP