AGRICOM, JAKARTA — Harga karet alam di SGX–Sicom tercatat mengalami koreksi tipis pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Kontrak karet berada di level 180,8 US cent per kg, atau setara Rp 30.465 per kg.
Dengan nilai tukar rupiah sebesar Rp 16.850 per dolar AS. Harga karet turun Rp 20 per kg dibandingkan harga pada Senin, 19 Januari 2026 yang berada di posisi Rp30.485 per kg.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Melemah, Senin 19 Januari 2026 Turun Rp 605 per Kg
Pelaku pasar menilai, pelemahan tipis ini masih mencerminkan kondisi pasar karet global yang relatif stabil, di tengah fase konsolidasi setelah pergerakan menguat pada periode sebelumnya. Fluktuasi kecil dinilai sebagai bagian normal dari mekanisme pasar.
“Dalam situasi ini, petani diharapkan tetap menjaga mutu bokar dan konsisten menerapkan praktik pascapanen yang baik, agar kadar karet kering dapat terus ditingkatkan dan nilai jual tetap optimal, meski pasar tengah bergerak fluktuatif,” ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian, dikutip Agricom.id, Selasa (20/1).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Naik Rp 76,87 per Kg, Periode 16–22 Januari 2026
Berikut adalah rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp 30.465,-/Kg
- KKK 70%: Rp 21.326,-/Kg
- KKK 60%: Rp 18.279,-/Kg
- KKK 50%: Rp 15.233,-/Kg
- KKK 40%: Rp 12.186,-/Kg
- KKK 30%: Rp 9.140,-/Kg
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)