Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Inovasi dan Modernisasi Pertanian untuk Swasembada Berkelanjutan

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Inovasi dan Modernisasi Pertanian untuk Swasembada Berkelanjutan
Agricom.id

25 January 2026 , 21:41 WIB

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) meninjau inovasi pertanian di Kantor BRMP Hortikultura, Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026). Foto: Istimewa

 

AGRICOM, BOGOR — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menegaskan bahwa penguatan inovasi dan modernisasi pertanian merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat guna menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikan Titiek saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kantor Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura, Kementerian Pertanian, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026).

BACA JUGA: Swasembada Beras hingga Pangkas Regulasi, Prabowo Paparkan Agenda Besar Pangan Indonesia di WEF Annual Meeting 2026

Dalam kunjungan tersebut, Titiek mengaku terkesan dengan berbagai hasil inovasi yang telah dikembangkan BRMP, mulai dari benih unggul padi, kedelai, bawang putih, hingga komoditas hortikultura dan ternak.

“Kami cukup surprise melihat di sini sudah berhasil dirakit berbagai bibit unggul, baik padi, kedelai, bawang putih, buah-buahan, bahkan ayam kampung yang mampu bertelur sepanjang tahun hingga sekitar 250 butir,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Minggu (25/1).

BACA JUGA: Bangkitkan Kelapa Nasional, Kementan Fokus Replanting Kebun Rakyat dan Percepat Hilirisasi

Titiek menekankan, berbagai inovasi tersebut tidak boleh berhenti di laboratorium atau sebatas riset. Ia mendorong agar hasil penelitian Kementerian Pertanian dapat diperbanyak dan disebarluaskan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di seluruh Indonesia.

“Inovasi ini harus dikembangkan. Tidak berhenti di penelitian, tidak berhenti di lab, tapi disebarluaskan ke seluruh Indonesia agar bisa dimanfaatkan langsung oleh petani,” tegasnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Relatif Stabil di Rp 14.800/Kg Pada Jumat (23/1)

Ia juga meminta agar produk-produk hasil riset BRMP dimasukkan ke dalam berbagai program bantuan dan kegiatan pembangunan pertanian. Dengan demikian, teknologi spesifik lokasi yang dihasilkan peneliti dapat langsung mendorong peningkatan produksi dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap Kementerian Pertanian menggunakan produk hasil riset para peneliti di balai ini, sehingga setiap program bantuan sekaligus memperkenalkan teknologi yang sudah dihasilkan dan bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” tambah Titiek.

Pada kesempatan yang sama, Titiek menyampaikan apresiasi kepada para peneliti BRMP yang dinilai tetap konsisten menghasilkan inovasi meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Ia menegaskan, Komisi IV DPR RI berkomitmen mendorong penguatan anggaran riset dan pengembangan pertanian.

“Kami salut dengan semangat para peneliti yang terus berjuang menghasilkan produk-produk unggul. Dari Komisi IV, kami mendorong peningkatan anggaran penelitian dan pengembangan agar pertanian Indonesia semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menyampaikan terima kasih atas dukungan Komisi IV DPR RI. Ia menjelaskan, BRMP saat ini memfokuskan perannya pada perakitan, perekayasaan, pengujian, dan modernisasi teknologi pertanian.

“Alhamdulillah, tahun ini riset kembali diperkuat melalui perekayasaan dan pengujian. Pak Menteri Amran juga terus memperjuangkan anggaran, dan kami akan mempercepat inovasi serta modernisasi pertanian untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” kata Fadjry.

Menurutnya, BRMP tidak hanya berfokus pada padi dan jagung, tetapi juga mengembangkan komoditas strategis lain seperti kedelai, bawang putih, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, termasuk pengembangan ternak ayam.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara konsisten mendorong transformasi sektor pertanian dari pola tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi.

“Kami ingin produk pertanian lahir dari tangan anak bangsa. Saatnya kita berdiri di atas kaki sendiri dalam kemandirian teknologi pertanian,” tegas Mentan Amran.

Dengan sinergi antara Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, dan para peneliti, penguatan riset serta modernisasi pertanian diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Dukungan kebijakan, anggaran, dan pemanfaatan hasil riset secara masif diharapkan mampu mempercepat transformasi pertanian nasional, meningkatkan produktivitas, dan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi petani di seluruh Indonesia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP