Tokoh Pertanian Apresiasi Kepemimpinan Mentan Amran dalam Menjaga Swasembada Pangan

Tokoh Pertanian Apresiasi Kepemimpinan Mentan Amran dalam Menjaga Swasembada Pangan
Agricom.id

03 February 2026 , 16:23 WIB

Keberhasilan mempertahankan swasembada beras dan dorongan hilirisasi pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Andi Amran Sulaiman mendapat apresiasi dari  Prof. Bungaran Saragih. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, Jakarta — Keberhasilan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjaga swasembada pangan nasional menuai apresiasi dari tokoh pertanian nasional. Menteri Pertanian RI periode 2000–2004, Prof. Bungaran Saragih, menilai capaian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia, khususnya di tengah dinamika global yang kian menantang.

Bungaran menegaskan, keberhasilan mempertahankan swasembada beras tidak hanya mencerminkan solidnya kebijakan pangan nasional, tetapi juga menjadi prestasi yang diakui secara luas. Pengakuan tersebut, menurutnya, tercermin dari penghargaan bidang pangan yang diraih Mentan Amran—sebuah capaian yang belum pernah diraih oleh menteri pertanian pada periode-periode sebelumnya.

BACA JUGA: Mentan Amran: Pers Mitra Strategis Negara dalam Menjaga Pangan dan Demokrasi

“Saya mengucapkan selamat kepada Pak Menteri atas penghargaan yang diterima sebagai Menteri Pertanian di bidang pangan. Ini yang pertama dan tentu menjadi kebanggaan bersama,” ujar Bungaran usai bertemu Mentan Amran di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Penghargaan yang dimaksud adalah penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Mentan Andi Amran Sulaiman pada 7 Januari 2026 di Karawang.

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Bungaran mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak berhenti pada keberhasilan sesaat. Menurutnya, swasembada beras harus dijaga secara konsisten dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Mentan Amran: Revamping Pupuk Kaltim Naikkan Efisiensi 16%, Produksi Pertanian Melompat

“Swasembada beras memang pernah kita capai sebelumnya. Tantangannya sekarang adalah bagaimana swasembada itu bisa berkelanjutan, bukan hanya sekali,” tegasnya, diktip Agricom.id dari laman Kementan, Selasa (3/2).

Ia juga menyoroti masih terbatasnya pengembangan agroindustri dan sektor hilir pertanian sebagai salah satu pekerjaan rumah besar. Kondisi tersebut membuat nilai tambah produk pertanian belum sepenuhnya dinikmati oleh petani.

“Sudah sejalan rupanya pemikiran kami. Salah satu kendala besar kemajuan pertanian ke depan adalah belum berkembangnya agroindustri. Hilirisasi menjadi kunci agar hasil kerja keras petani bisa bernilai tambah dan berkelanjutan,” jelas Bungaran.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Senin (2/2) Terkoreksi Tipis, Tren Pasar Global Masih Menguat

Lebih lanjut, Bungaran menyatakan kesiapannya untuk terus berdiskusi dan berbagi pandangan dengan Kementerian Pertanian terkait arah pembangunan pertanian nasional, terutama dalam memperkuat hilirisasi dan transformasi sektor pertanian sebagaimana dicanangkan Mentan Amran.

Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian swasembada pangan dan berbagai penghargaan yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan—mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga jajaran Kementerian Pertanian.

Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi, inovasi, dan kerja nyata di lapangan agar keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan.

Ke depan, Mentan Amran berkomitmen mempercepat transformasi pertanian nasional melalui penguatan hilirisasi dan modernisasi pertanian. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP