Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives pada Senin (9/2/2026) ditutup menguat seiring lonjakan harga soyoil global, sementara pelaku pasar bersikap menunggu data bulanan MPOB dan arah prospek harga dari Price Outlook Conference. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/2/2026). Penguatan ini didorong oleh kenaikan harga minyak kedelai (soyoil) di pasar global, khususnya di Chicago Board of Trade (CBOT) dan Dalian Commodity Exchange, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Seiring pergerakan tersebut, pelaku pasar kini cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data bulanan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB). Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada arah pandangan analis yang akan disampaikan dalam ajang Price Outlook Conference (POC), yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai prospek harga CPO ke depan.
Baca Juga: Harga CPO Bursa Malaysia Terkoreksi, Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 tercatat naik RM19 per ton atau sekitar 0,46%, dan ditutup di level RM 4.173 per ton. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif yang berkembang di pasar minyak nabati global, terutama setelah soyoil kembali menunjukkan penguatan signifikan.
Di pasar lain, kontrak soyoil paling aktif di Dalian menguat tipis 0,07%, meskipun kontrak minyak sawit di bursa yang sama justru tercatat melemah 0,31%. Sementara itu, di CBOT, harga soyoil melonjak 1,63%, memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia.
BACA JUGA: Lelang CPO KPBN Inacom Senin (9/2) Berakhir WD, Dengan Penawaran Tertinggi Rp 14.500 per kg
Kombinasi penguatan soyoil global dan ekspektasi terhadap data fundamental terbaru membuat pergerakan CPO cenderung stabil dengan bias positif. Pelaku pasar diperkirakan akan tetap mencermati perkembangan pasokan, permintaan, serta arah kebijakan dan sentimen global dalam beberapa hari ke depan. (A3)