Presiden Prabowo di Economic Outlook 2026: Indonesia Kian Kokoh Menuju Swasembada Pangan

Presiden Prabowo di Economic Outlook 2026: Indonesia Kian Kokoh Menuju Swasembada Pangan
Agricom.id

15 February 2026 , 21:29 WIB

Dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Subianto menyebut produksi beras 2025 hampir 34,7 juta ton dengan cadangan Bulog menembus 4,2 juta ton, menandai penguatan fondasi menuju swasembada pangan nasional. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan kini berada pada jalur yang semakin kokoh menuju swasembada pangan nasional. Penegasan itu disampaikannya dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar Jumat (13/2/2026).

Di hadapan pelaku usaha, ekonom, dan para pengambil kebijakan, Presiden Prabowo  menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama lintas sektor dalam memperkuat produksi pertanian sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah dinamika global.

BACA JUGA: Mentan Amran: Deregulasi dan Modernisasi Jadi Kunci Percepatan Swasembada Pangan

Menurutnya, produksi beras nasional pada 2025 hampir menyentuh 34,7 juta ton, meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog pada Juni 2025 mencapai 4,2 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah—dan hingga kini tetap berada dalam posisi aman,” kata Presiden Prabowo, dikutip dalam keterangan yang diperoleh Agricom.id, Minggu (15/2).

Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu produksi, melainkan fondasi kedaulatan bangsa dan penyangga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian global, kemampuan menjaga ketersediaan pangan dinilai menjadi bukti ketangguhan Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan daya tahan yang solid. Pada kuartal IV, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11 persen (yoy), menjadi yang tertinggi kedua di antara negara-negara G20 setelah India.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Turun ke Rp 3.564,91/Kg di Periode 11–17 Februari 2026

Airlangga menyoroti peran penting sektor pertanian yang tumbuh 5,03 persen dan menjadi salah satu penopang utama stabilitas harga serta ketahanan pangan nasional. Kinerja produksi yang kuat dinilai memberikan kontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi domestik.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada beras tidak terlepas dari arah kebijakan yang konsisten dan berpihak kepada petani. Pemerintah, kata dia, menjalankan dua strategi utama, yakni deregulasi dan transformasi pertanian dari pola tradisional menuju sistem modern berbasis mekanisasi.

Fokus kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mendorong kesejahteraan petani, sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat.

Ke depan, Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat modernisasi, memperbaiki tata kelola, dan memperluas kolaborasi lintas sektor agar swasembada beras dapat dipertahankan secara berkelanjutan dan menjadi pintu masuk menuju swasembada pangan secara menyeluruh.

Dengan produksi yang terus meningkat, cadangan yang aman, dan dukungan kebijakan yang terintegrasi, pemerintah optimistis sektor pertanian akan tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus pilar utama ketahanan nasional di masa mendatang. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP