Harga CPO di Bursa Malaysia berakhir cenderung melemah pada Rabu (25/2/2026), dipicu koreksi soyoil CBOT dan diikuti penurunan volume serta open interest. Foto: Agricom
AGRICOM, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Tekanan pasar dipicu oleh penurunan harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade (CBOT), menyusul aksi ambil untung setelah reli tajam dalam beberapa sesi terakhir.
Mengutip dari Bernama, pergerakan kontrak CPO cenderung variatif namun dengan kecenderungan melemah pada sebagian besar bulan pengiriman.
Pada penutupan perdagangan, kontrak Maret 2026 naik tipis RM1 menjadi RM4.018 per ton. Namun, kontrak April 2026 turun RM2 ke level RM4.046 per ton, sementara kontrak Mei 2026 stagnan di posisi RM4.053 per ton.
BACA JUGA:
- Harga CPO Malaysia Turun, Pasar Antisipasi Perlambatan Ekspor
- Harga CPO KPBN Inacom Selasa (24/2) Naik Tipis Jadi Rp 14.185 Per Kg
Untuk kontrak berikutnya, Juni 2026 melemah RM1 menjadi RM4.053 per ton. Kontrak Juli 2026 turun RM4 menjadi RM4.048 per ton, dan Agustus 2026 terkoreksi lebih dalam sebesar RM8 ke level RM4.041 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan tercatat menurun menjadi 59.677 lot, dibandingkan 67.160 lot pada sesi sebelumnya. Open interest juga mengalami penurunan menjadi 221.625 kontrak dari sebelumnya 223.235 kontrak, mengindikasikan adanya pengurangan posisi oleh pelaku pasar.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Rabu (25/2) Naik Tajam, Tembus Rp 33.408 Per Kg
Sementara itu, di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Maret di wilayah Selatan turun RM10 menjadi RM4.060 per ton. Penurunan ini mencerminkan sentimen hati-hati pelaku pasar di tengah tekanan eksternal dari pergerakan minyak nabati global.
Secara keseluruhan, pelemahan CPO Malaysia menunjukkan bahwa dinamika pasar global, khususnya pergerakan soyoil di CBOT, masih menjadi faktor dominan dalam membentuk arah harga sawit dalam jangka pendek. (A3)