AGRICOM, JAKARTA – Pemerintah Prancis menyampaikan apresiasi atas kemajuan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pengakuan tersebut disampaikan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Penone memberikan ucapan selamat atas keberhasilan Indonesia meningkatkan produksi pangan sekaligus upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian pangan nasional. Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia menunjukkan kemajuan nyata dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
BACA JUGA:
- Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji 1447 H
- Kementan Catat Harga Pakan Turun, Peternak Berpeluang Hemat Biaya Produksi
“Pertama-tama kami ingin menyampaikan selamat atas capaian yang diraih Indonesia dalam swasembada pangan. Ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan,” ujar Penone, dikutip Agricom.id dari laman resmi Kementan, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menilai berbagai langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia menunjukkan kemajuan positif dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Penone juga mengapresiasi komitmen Mentan Amran dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui berbagai program peningkatan produksi dan efisiensi pertanian.
BACA JUGA: Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi ke WTO, Respons Ketidakpatuhan UE dalam Sengketa Sawit
“Saya tahu Menteri Amran telah bekerja sangat keras untuk mencapai hasil tersebut. Dari sisi Prancis, kami siap berbagi pengalaman dan keahlian untuk terus meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian Indonesia,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan kerja sama pertanian antara Indonesia dan Prancis sebagai tindak lanjut Declaration of Intent (DoI) yang telah disepakati kedua negara pada tahun lalu.
Penone menyebut sektor pertanian menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan strategis Indonesia–Prancis. Melalui implementasi DoI tersebut, kedua negara mendorong berbagai kerja sama konkret untuk mendukung modernisasi pertanian.
BACA JUGA:
- Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT
- HPE Biji Kakao Periode Maret 2026 Anjlok 30,44 Persen Akibat Permintaan Melemah
Kerja sama tersebut meliputi penguatan kolaborasi riset dan ilmiah di bidang pertanian, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, hingga kerja sama di sektor peternakan serta industri pendukungnya.
“Kami ingin meningkatkan efisiensi dan modernisasi pertanian Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, dan melalui kemitraan ini kami ingin mengembangkan kerja sama yang lebih luas,” jelas Penone.
Selain itu, kedua negara juga membuka peluang pengembangan kerja sama perdagangan di sektor pertanian, termasuk potensi ekspor komoditas pangan Indonesia ke pasar internasional sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Mentan Amran sebelumnya menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia.
“Kerja sama internasional sangat penting untuk mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai negara sahabat diharapkan dapat mempercepat penguatan sistem pertanian nasional sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi, investasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. (A3)