AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Penguatan ini melanjutkan tren kenaikan sebelumnya yang didorong oleh reli harga minyak mentah global sehingga meningkatkan sentimen positif di pasar minyak nabati.
Dilansir dari Bernama, kenaikan harga energi dunia dinilai turut meningkatkan daya saing minyak nabati, terutama minyak sawit yang banyak digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Kondisi tersebut mendorong optimisme pelaku pasar terhadap prospek pergerakan harga CPO dalam jangka pendek.
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO untuk pengiriman Maret 2026 naik RM40 menjadi RM4.425 per ton. Sementara kontrak April 2026 menguat RM40 menjadi RM4.511 per ton dan kontrak Agustus 2026 juga naik RM40 menjadi RM4.480 per ton.
Kontrak Mei 2026 tercatat naik RM42 menjadi RM4.541 per ton. Adapun kontrak Juni dan Juli 2026 masing-masing menguat RM43 menjadi RM4.536 per ton dan RM4.514 per ton.
Selain kenaikan harga, aktivitas perdagangan juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Volume transaksi tercatat mencapai 137.656 lot, meningkat dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang mencapai 94.388 lot.
Sementara itu, open interest juga mengalami kenaikan menjadi 229.441 kontrak dari sebelumnya 224.565 kontrak, yang mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar terhadap kontrak minyak sawit berjangka.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik ke Rp15.375/Kg, Bursa Malaysia Ditutup Menguat Pada Rabu (11/3)
Di pasar fisik, harga CPO South Malaysia untuk pengiriman Maret turut menguat RM60 menjadi RM4.500 per ton. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sentimen positif terhadap komoditas minyak sawit masih bertahan di pasar global.
Sejalan dengan penguatan di pasar internasional, harga CPO di dalam negeri juga mengalami kenaikan. Harga CPO pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp 15.655 per kg pada Kamis (12/3/2026).
Dengan demikian, harga CPO domestik tercatat naik Rp 280 per kg atau meningkat sekitar 1,82 persen dibandingkan harga pada Rabu (11/3/2026) yang berada di level Rp 15.375 per kg.
Penguatan harga ini memperlihatkan bahwa pasar minyak sawit global masih mendapatkan dukungan dari faktor eksternal, khususnya pergerakan harga energi dunia serta prospek permintaan biodiesel yang tetap kuat di berbagai negara. (A3)