Dok. Agricom/ Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2026) akibat tekanan dari penurunan harga minyak mentah dan minyak kedelai global.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Pelemahan dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dunia serta melemahnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), yang turut menekan sentimen pasar minyak nabati global.
Berdasarkan data penutupan perdagangan yang dilansir dari Bernama, kontrak CPO pengiriman Juni 2026 turun RM74 menjadi RM4.387 per ton. Kontrak Juli 2026 juga melemah dengan nilai yang sama, yakni RM74, dan ditutup pada level RM4.435 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Ditopang Kenaikan Minyak Nabati Global
Tekanan jual berlanjut pada kontrak Agustus 2026 yang terkoreksi RM76 menjadi RM4.475 per ton. Sementara itu, kontrak September 2026 turun RM81 ke posisi RM4.511 per ton.
Untuk kontrak Oktober 2026, harga tercatat melemah RM88 menjadi RM4.544 per ton. Adapun kontrak November 2026 mengalami penurunan terdalam, yakni RM90, sehingga ditutup pada level RM4.571 per ton.
Meski harga mengalami koreksi, aktivitas perdagangan justru menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi melonjak menjadi 119.170 lot, hampir dua kali lipat dibandingkan volume perdagangan pada Kamis (11/6/2026) yang tercatat sebanyak 59.067 lot.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (11/6) Naik Lagi ke Rp15.400/Kg, Bursa Malaysia Melanjutkan Penguatan
Posisi terbuka (open interest) juga meningkat menjadi 283.511 kontrak dari sebelumnya 277.876 kontrak. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa minat pelaku pasar terhadap kontrak berjangka CPO masih cukup tinggi meskipun harga sedang mengalami tekanan.
Pada pasar fisik, harga CPO pengiriman Juni untuk wilayah Selatan Malaysia tercatat turun RM50 menjadi RM4.470 per ton, sejalan dengan pelemahan yang terjadi di pasar berjangka.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di pasar domestik Indonesia. Harga CPO yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada Jumat (12/6/2026) justru mengalami kenaikan tipis.
BACA JUGA: RSPO: Sertifikasi Jadi Jalan Petani Sawit Swadaya Tembus Pasar Global
Harga CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp15.450/kg, naik Rp50/kg atau sekitar 0,32% dibandingkan perdagangan Kamis (11/6/2026) yang berada pada level Rp15.400/kg.
Pergerakan yang berbeda antara pasar Malaysia dan Indonesia menunjukkan bahwa faktor domestik masih memberikan dukungan terhadap harga CPO di dalam negeri. Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan harga minyak nabati global, pergerakan harga energi, serta prospek ekspor untuk menentukan arah pasar CPO dalam beberapa pekan mendatang. (A3)