Dok. Agricom/ Harga CPO KPBN naik Rp175/kg menjadi Rp15.400/kg pada perdagangan Kamis (11/6/2026), sejalan dengan penguatan harga minyak sawit di Bursa Malaysia yang didukung kenaikan harga minyak kedelai dan minyak sawit di pasar global.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik kembali menguat seiring dengan tren kenaikan yang juga terjadi di pasar global. Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menetapkan harga CPO sebesar Rp15.400 per kilogram, naik Rp175 per kilogram atau sekitar 1,15% dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.225 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.400/kg, sedangkan harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp15.200/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (10/6) Naik ke Rp15.225/Kg, Bursa Malaysia Menguat Ditopang Prospek Ekspor
Sementara itu, untuk produk Crude Palm Kernel Oil (CPKO), harga Franco Dumai tercatat sebesar Rp25.735/kg dengan status withdrawn (WD), di mana penawaran tertinggi mencapai Rp25.125/kg. Harga Loco Sei Mangkei ditetapkan sebesar Rp25.663/kg.
Adapun harga CPKO FOB Lampung tercatat sebesar Rp25.661/kg dengan status withdrawn, sementara penawaran tertinggi berada di level Rp24.100/kg. Untuk CPKO FOB Palembang, harga ditetapkan sebesar Rp25.491/kg dengan status withdrawn dan penawaran tertinggi mencapai Rp24.325/kg.
Penguatan harga CPO domestik terjadi sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit di pasar internasional. Pada perdagangan Kamis (12/6/2026), kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat untuk hari kedua berturut-turut, didukung oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing di pasar global.
Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM30 per ton atau 0,66% menjadi RM4.568 per ton pada jeda perdagangan siang hari. Kenaikan tersebut mencerminkan membaiknya sentimen pasar terhadap komoditas minyak nabati.
Dukungan juga datang dari pasar Tiongkok, di mana kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,51%, sementara kontrak minyak sawit Dalian menguat 0,88%. Pada saat yang sama, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) tercatat naik 0,38%, memperkuat prospek kenaikan harga minyak sawit global.
Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi industri sawit nasional, terutama di tengah upaya menjaga daya saing ekspor dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha maupun petani sawit. Pelaku pasar kini mencermati perkembangan permintaan global, pergerakan harga minyak nabati pesaing, serta dinamika kebijakan perdagangan yang berpotensi memengaruhi arah harga CPO dalam waktu dekat. (A3)