Kolaborasi pendidikan dan industri melahirkan teaching plant ramah lingkungan untuk mendorong inovasi pengolahan kelapa sawit. Foto: Instiper/ Agricom
AGRICOM, YOGYAKARTA – Upaya mendorong inovasi dan penguatan sumber daya manusia di sektor perkebunan terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), badan penyelenggara INSTIPER Yogyakarta dan AKPY Stiper, resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Nusantara Green Energy dalam pengembangan teknologi pengolahan kelapa sawit berbasis Teaching Plant Steamless Palm Oil Technology (SPOT).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di kampus INSTIPER Yogyakarta pada Selasa (10/2). Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Ir. Purwadi, M.S., bersama Direktur Utama PT Nusantara Green Energy, Iman Dermawan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (13/4) Menguat Tipis, Bursa Malaysia Ikut Terdorong Lonjakan Minyak Dunia
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Ir. Purwadi, M.S., dan Direktur Utama PT Nusantara Green Energy, Iman Dermawan. Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam mendukung penguatan pendidikan dan pengembangan teknologi di sektor perkebunan, khususnya industri kelapa sawit.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi pengolahan kelapa sawit, menyediakan fasilitas pembelajaran dan penelitian yang aplikatif, serta mendukung pengembangan teknologi industri yang berkelanjutan. Selain itu, Teaching Plant ini juga diharapkan dapat menjadi sarana pelatihan dan demonstrasi teknologi bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
Setelah penandatanganan MoU dilanjutkan dengan groundbreaking pabrik kelapa sawit teknologi SPOT yang dibangun satu area dengan Technology and Inovation Center INSTIPER. Pabrik kelapa sawit tersebut akan menjadi teaching plant yaitu learning factory mahasiswa sekaligus pusat riset hilirisasi teknologi pengolahan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan efisien.
BACA JUGA: Kawal Hilirisasi Ayam di Sulsel, Kementan Tegaskan MoU Harus Berujung Aksi Nyata
Petrus Tjandra, Direktur PT Nusantara Green Energy yang juga alumni INSTIPER Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan, “Pabrik kelapa sawit dengan teknologi SPOT atau Steamless Palm Oil Technology merupakan pabrik kelapa sawit sistem kering yang merupakan solusi dari permasalahan pabrik kelapa sawit konvensional saat ini,” kata Petrus, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Selasa (14/4).
Lebih lanjt Petrus menjelaskan, yang membedakan pengolahan kelapa sawit teknologi SPOT dengan sistem basah konvensional adalah tidak menggunakan uap panas namun menggunakan udara panas sehingga tidak memelukan sterilizer dan boiler sehingga tidak menghasilkan limbah cair.
“Dengan tidak adanya limbah cair maka sistem ini menjadi lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu pabrik ini juga memiliki kapasitas produksi yang lebih kecil daripada pabrik konvensional sehingga cocok untuk petani rakyat di Indonesia dan dapat ditempatkan dekat dengan kebun,” ujarnya.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Turun Lagi Pada Selasa (14/4), Pasar Masuki Fase Konsolidasi
Sementara itu, Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Purwadi, menegaskan bahwa dalam kerja sama ini YPKPY akan menyediakan lahan serta infrastruktur pendukung. Adapun PT Nusantara Green Energy bertanggung jawab dalam penyediaan teknologi dan peralatan pengolahan sawit berbasis SPOT.
“Kedua pihak juga akan berkolaborasi dalam penyediaan tenaga ahli untuk mendukung operasional dan pengembangan teaching plant ini. Fasilitas ini juga akan menjadi ruang riset bagi dosen dan mahasiswa INSTIPER maupun AKPY,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Purwadi, Ketua Pengurus YPKPY menjelaskan, pada kerja sama ini YPKPY akan menyediakan lahan dan infrastruktur pendukung, sementara PT Nusantara Green Energy bertanggung jawab dalam penyediaan teknologi serta peralatan pengolahan sawit berbasis sistem SPOT.
“Kedua pihak juga sepakat untuk berkolaborasi dalam penyediaan sumber daya manusia atau ahli dibidang masing-masing dalam operasional Pengembangan Teaching Plant SPOT. Pabrik ini juga dapat menjadi tempat riset dosen dan mahasiswa INSTIPER dan AKPY.” Jelas Purwadi.
Melalui kolaborasi ini, akan memperkuat posisi INSTIPER sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri perkebunan, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan inovasi pengolahan kelapa sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (A3)