Penurunan harga TBS sawit swadaya di Riau dipicu koreksi harga CPO, dengan level tertinggi masih berada pada tanaman usia produktif. Foto: Agricom
AGRICOM, PEKANBARU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan pada periode 29 April hingga 5 Mei 2026. Berdasarkan hasil penetapan resmi melalui Surat No. 14, harga TBS untuk tanaman usia 9 tahun tercatat turun sebesar Rp102,1/Kg menjadi Rp3.854,21/Kg.
Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan pada harga komoditas turunan sawit, terutama minyak sawit mentah (CPO), yang turut memengaruhi harga di tingkat petani swadaya.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (4/5) Stabil di Rp 15.400/Kg, Didukung Sentimen Positif Global
Dalam komponen pembentuk harga, minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.291,64/Kg, harga inti sawit (kernel) Rp16.007,97/Kg, dan nilai cangkang Rp22,66/Kg, dengan indeks K sebesar 92,22%.
Berdasarkan data yang diperoleh Agricom.id dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS sawit swadaya bervariasi sesuai usia tanaman. Untuk tanaman usia muda, harga TBS tercatat sebesar Rp2.991,64/Kg pada usia 3 tahun, Rp3.331,74/Kg (4 tahun), dan Rp3.570,53/Kg (5 tahun). Sementara itu, pada usia 6 hingga 8 tahun, harga masing-masing berada di Rp3.706,58/Kg, Rp3.790,70/Kg, dan Rp3.836,03/Kg.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Naik Tipis, Periode Awal Mei Capai Rp3.921,77/Kg
Pada usia puncak produktivitas, yakni 9 tahun, harga mencapai Rp3.854,21/Kg. Sedangkan untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun, harga sedikit lebih rendah di kisaran Rp3.816,66/Kg.
Memasuki usia tua, tren harga cenderung menurun. TBS usia 21 tahun dihargai Rp3.754,87/Kg, usia 22 tahun Rp3.683,02/Kg, usia 23 tahun Rp3.601,29/Kg, dan usia 24 tahun Rp3.539,24/Kg. Untuk usia 25 tahun, harga tercatat Rp3.488,54/Kg.
Penurunan berlanjut pada tanaman yang lebih tua, dengan harga Rp3.470,21/Kg (26 tahun), Rp3.442,07/Kg (27 tahun), Rp3.388,55/Kg (28 tahun), Rp3.349,06/Kg (29 tahun), hingga Rp3.258,80/Kg pada usia 30 tahun.
Penurunan harga TBS ini menjadi perhatian bagi petani swadaya, mengingat fluktuasi harga sangat memengaruhi pendapatan mereka. Meski demikian, harga masih berada pada level relatif stabil, terutama untuk tanaman usia produktif. (A3)