Ekspor Pupuk ke Australia, Mentan Amran: PM Australia Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Prabowo


AGRICOM, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sempat menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan apresiasi atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia ke Australia.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis (14/5/2026). Ekspor ini menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Australia dalam mendukung ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

BACA JUGA: Ekspor Pupuk Indonesia ke Australia Capai Rp7 Triliun, Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen

Menurut Amran, komunikasi langsung dari Perdana Menteri Australia kepada Presiden Prabowo menunjukkan posisi Indonesia yang semakin strategis dalam rantai pasok pangan global, khususnya pada sektor pupuk.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” ujar Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Sabtu (16/5).

Mentan mengatakan ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton dan menjadi tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton. Ke depan, volume ekspor tersebut ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (13/5) Turun ke Rp15.100/Kg, Bursa Malaysia Masih Dibayangi Lesunya Permintaan

"Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri. Menurutnya, ekspor dilakukan karena produksi nasional dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan domestik tetap aman.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Naik Menjadi Rp3.900/Kg di Periode 13–19 Mei 2026

Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi urea yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus mendukung pasar ekspor. Tahun ini, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton sehingga masih terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton.

Pengiriman urea ke Australia bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi bagian dari diplomasi pangan Indonesia di tengah tantangan global. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP