Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Investasi Hortikultura dan Transfer Teknologi untuk Dorong Ekspor

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Investasi Hortikultura dan Transfer Teknologi untuk Dorong Ekspor
Agricom.id

07 August 2026 , 13:45 WIB

Dok. Kemendag / Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menerima delegasi bisnis dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

AGRICOM, JAKARTA — Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama investasi dengan pelaku usaha Tiongkok yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, termasuk melalui transfer teknologi, pengembangan pemasok lokal, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kapasitas ekspor.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menerima delegasi bisnis dari Provinsi Jiangsu, Tiongkok, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Delegasi tersebut dipimpin Chairman National Management Committee, Lijun Zhang.

BACA JUGA: 9th Borneo Palm Oil Forum 2026: GAPKI Dorong Inovasi dan Produktivitas untuk Perkuat Industri Sawit Indonesia

Mendag Budi Santoso menegaskan, pemerintah terus memperkuat transparansi kebijakan, memberikan kepastian hukum, dan membuka ruang dialog dengan investor untuk menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.

“Berbagai kebijakan yang pemerintah terbitkan, termasuk di bidang perdagangan, bertujuan menjamin transparansi dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Indonesia juga sangat terbuka terhadap investasi serta masukan untuk menciptakan iklim usaha yang baik,” ujar Budi Santoso, dikutip Agricom dari laman Kemendag, Jumat (7/8).

Dalam pertemuan tersebut, delegasi bisnis Tiongkok menyampaikan ketertarikan untuk berinvestasi di sektor hortikultura Indonesia, khususnya dalam pengembangan rantai pasok komoditas premium seperti durian, alpukat, manggis, dan buah naga merah.

BACA JUGA: Grinding Kakao Indonesia Naik 30,1%, Perkuat Posisi sebagai Pusat Pengolahan Asia

Rencana investasi tersebut mencakup pembangunan sistem pengadaan langsung, fasilitas pre-cooling, pusat penyortiran, hingga gudang berpendingin (cold storage) untuk mendukung kualitas dan distribusi produk hortikultura Indonesia.

Mendag menyambut positif rencana tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah untuk memfasilitasi komunikasi antara investor Tiongkok dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia.

Menurutnya, investasi di sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas domestik sekaligus memperluas pasar ekspor produk pertanian Indonesia.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Agustus Turun ke USD 996,52/MT, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ikut Disesuaikan

“Kami ingin hasil produksi Indonesia yang melimpah dapat terserap melalui ekspor. Pemerintah siap membantu memfasilitasi, termasuk menghubungkan investor dengan mitra usaha yang sesuai,” katanya.

Sementara itu, Partner Management ONC Lawyers Sherman Yan mengatakan, delegasi bisnis Tiongkok datang untuk membangun kemitraan jangka panjang yang selaras dengan agenda pembangunan ekonomi Indonesia.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Agustus Melonjak 36,66%, HPE Tembus USD 5.064/MT

Selain investasi, pelaku usaha Tiongkok juga berkomitmen mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transfer teknologi, serta peningkatan nilai tambah produk Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP