Dok. Agricom/ Kontrak CPO Bursa Malaysia bergerak bervariasi di akhir pekan, sementara harga penawaran tertinggi CPO KPBN melonjak Rp955 per kilogram dibanding perdagangan sebelumnya.
AGRICOM, JAKARTA – Perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup bervariasi pada Jumat (30/5/2026), seiring pelaku pasar terus mencermati pergerakan harga energi global yang masih berfluktuasi dan berpotensi memengaruhi sentimen di pasar minyak nabati.
Berdasarkan laporan Bernama, kontrak CPO untuk pengiriman Juni 2026 menguat RM8 menjadi RM4.470 per ton. Namun, kontrak Juli 2026 dan Agustus 2026 masing-masing melemah tipis RM2 menjadi RM4.503 per ton dan RM4.535 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat di Tengah Kekhawatiran Pasokan
Sementara itu, kontrak September 2026 kembali mencatat penguatan sebesar RM1 menjadi RM4.561 per ton. Tren positif juga terlihat pada kontrak Oktober 2026 yang naik RM5 menjadi RM4.590 per ton dan kontrak November 2026 yang bertambah RM9 menjadi RM4.620 per ton.
Meski pergerakan harga relatif terbatas, aktivitas perdagangan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Volume transaksi melonjak menjadi 76.012 lot dibandingkan 59.830 lot pada sesi sebelumnya. Sementara itu, posisi open interest tercatat naik tipis menjadi 285.715 kontrak dari sebelumnya 285.564 kontrak.
BACA JUGA: Tender CPO KPBN Selasa (26/5) Masih WD, Bursa Malaysia Ditutup Menguat
Di pasar fisik, harga CPO pengiriman Juni South tercatat stabil di level RM4.490 per ton, mencerminkan kondisi pasar yang masih mencari arah di tengah berbagai faktor eksternal yang memengaruhi perdagangan minyak nabati global.
Pelaku pasar juga mulai memperhitungkan jeda perdagangan Bursa Malaysia pada awal pekan depan. Bursa Malaysia beserta seluruh anak usahanya dijadwalkan tidak beroperasi pada Senin (1/6/2026) dan Selasa (2/6/2026) karena libur Hari Ulang Tahun Raja serta cuti pengganti Hari Raya Waisak. Aktivitas perdagangan akan kembali berlangsung pada Rabu (3/6/2026).
BACA JUGA: Kementan dan Pelaku Industri Sepakat Jaga Stabilitas Harga Sawit Selama Transisi
Sementara itu, di dalam negeri, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Meskipun demikian, harga penawaran tertinggi yang masuk tercatat mencapai Rp13.355 per kilogram.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar Rp955 per kilogram atau sekitar 7,7 persen dibandingkan harga penawaran tertinggi pada perdagangan Selasa (26/5/2026) yang berada di level Rp12.400 per kilogram.
BACA JUGA: Pemerintah Gerak Cepat Redam Gejolak Harga Sawit, Jamin Stabilitas TBS Petani dan Pelaku Usaha
Kenaikan harga penawaran di KPBN mengindikasikan adanya sentimen positif di pasar domestik yang sejalan dengan perbaikan harga CPO global dalam beberapa sesi terakhir. Kondisi ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap harga tandan buah segar (TBS) petani sawit di berbagai daerah, terutama menjelang periode penetapan harga berikutnya. (A3)