Dok. Agricom/ Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia dan KPBN menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026), didorong kenaikan harga minyak mentah dunia, penguatan minyak kedelai, serta ekspektasi penurunan produksi sawit yang berpotensi memperketat pasokan.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Kenaikan terjadi baik di pasar berjangka Bursa Malaysia Derivatives maupun di pasar fisik domestik melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), didorong oleh menguatnya harga minyak mentah dunia, kenaikan minyak kedelai, serta ekspektasi berkurangnya pasokan minyak sawit dalam beberapa pekan ke depan.
Setelah aktivitas perdagangan kembali berlangsung usai libur panjang, pelaku pasar merespons positif sejumlah faktor fundamental yang menopang prospek harga minyak nabati. Sentimen utama datang dari kenaikan harga minyak mentah global yang meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, sekaligus mengangkat sentimen di pasar komoditas nabati secara keseluruhan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (2/6) Melonjak 7,7 Persen, Bursa Malaysia Tutup Dua Hari karena Libur Nasional
Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan produksi minyak sawit di Malaysia yang menunjukkan tren penurunan. Data dari Southern Peninsular Palm Oil Millers Association (SPPOMA) memperlihatkan produksi minyak sawit pada periode 1-31 Mei 2026 turun 10,07 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan tersebut memicu ekspektasi berkurangnya pasokan dalam jangka pendek sehingga memberikan dukungan terhadap harga CPO.
Di pasar energi, harga minyak mentah Brent pada perdagangan yang sama tercatat naik 2,08 persen menjadi US$98 per barel. Kenaikan harga energi ini dinilai berpotensi meningkatkan permintaan minyak sawit untuk kebutuhan biodiesel, yang pada akhirnya memperkuat prospek konsumsi global.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Rabu (3/6) Melonjak ke Rp41.680/Kg, Sentuh Level Tertinggi Awal Juni
Sejalan dengan penguatan di pasar internasional, harga CPO di KPBN juga mengalami kenaikan. Pada Rabu (3/6/2026), harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.025 per kilogram, naik Rp175 per kilogram atau sekitar 1,18 persen dibandingkan harga penawaran tertinggi pada Selasa (2/6/2026) yang berada di level Rp14.850 per kilogram.
Di Bursa Malaysia Derivatives, seluruh kontrak berjangka CPO ditutup menguat signifikan. Kontrak pengiriman Juni 2026 naik RM135 menjadi RM4.605 per ton, sementara kontrak Juli 2026 menguat dengan jumlah yang sama menjadi RM4.638 per ton.
Kontrak Agustus 2026 mencatat kenaikan lebih tinggi sebesar RM142 menjadi RM4.677 per ton. Sementara itu, kontrak September dan Oktober 2026 masing-masing melonjak RM144 menjadi RM4.705 per ton dan RM4.734 per ton.
Untuk kontrak November 2026, harga bertambah RM141 menjadi RM4.761 per ton. Kenaikan yang merata pada seluruh kontrak menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek harga minyak sawit dalam beberapa bulan mendatang, terutama di tengah potensi pengetatan pasokan dan dukungan dari pasar energi global.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juni Turun 1,91 Persen, PE Dipatok USD 128,69 per MT dan BK USD 148 per MT
Dari sisi aktivitas perdagangan, minat investor terhadap kontrak CPO juga meningkat. Volume transaksi melonjak menjadi 104.077 lot dibandingkan 76.012 lot pada perdagangan terakhir sebelum masa libur. Posisi terbuka (open interest) turut naik menjadi 289.868 kontrak dari sebelumnya 285.715 kontrak.
Peningkatan volume transaksi dan posisi terbuka tersebut mengindikasikan bertambahnya partisipasi pasar serta keyakinan pelaku industri terhadap arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek. Dengan kombinasi faktor penurunan produksi, menguatnya harga energi, dan sentimen positif dari pasar minyak nabati global, harga minyak sawit diperkirakan masih berpotensi bergerak dalam tren yang relatif kuat dalam beberapa waktu ke depan. (A3)