AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Kenaikan harga ini sejalan dengan penguatan pasar CPO global, terutama di Bursa Malaysia yang terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia, minyak kedelai, serta ekspektasi berkurangnya pasokan minyak sawit.
Berdasarkan informasi dari KPBN, harga CPO Franco Belawa dan Kuala Tanjung ditetapkan sebesar Rp15.025/kg. Harga tersebut naik Rp175/kg atau sekitar 1,18% dibandingkan harga penawaran tertinggi sehari sebelumnya yang berada di level Rp14.850/kg.
Sementara itu, harga CPO Franco Talang Duku tercatat sebesar Rp14.825/kg dan Franco Teluk Bayur sebesar Rp14.875/kg.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (2/6) Melonjak 7,7 Persen, Bursa Malaysia Tutup Dua Hari karena Libur Nasional
Di segmen produk turunan, harga Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Franco Kuala Tanjung ditetapkan Rp28.300/kg. Harga yang sama juga berlaku untuk Franco Dumai, meskipun transaksi berstatus withdraw (WD). Penawaran tertinggi di Dumai tercatat Rp27.250/kg. Sedangkan harga FOB Palembang ditetapkan Rp27.944/kg dengan penawaran tertinggi mencapai Rp27.400/kg.
Untuk komoditas Palm Kernel (PK), harga di Loco PKS Pengabuan tercatat Rp12.135/kg, di Loco PKS Solok Selatan Rp12.335/kg, dan di Loco PKS Bunut sebesar Rp12.235/kg.
Penguatan harga di dalam negeri berlangsung seiring reli pasar CPO Malaysia. Setelah kembali dibuka usai libur panjang, kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat tajam pada Rabu.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melonjak, Ditopang Produksi Turun dan Minyak Mentah Menguat
Pelaku pasar menilai prospek penurunan produksi minyak sawit menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga. Data Southern Peninsular Palm Oil Millers Association (SPPOMA) menunjukkan produksi minyak sawit sepanjang 1–31 Mei 2026 turun 10,07% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan produksi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan jangka pendek sehingga memberikan dukungan pada harga.
Selain faktor pasokan, kenaikan harga minyak mentah dunia juga memperkuat sentimen positif pasar. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 2,08% menjadi sekitar US$98 per barel. Kenaikan harga energi umumnya meningkatkan daya saing minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, yang pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan terhadap komoditas tersebut.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juni Turun 1,91 Persen, PE Dipatok USD 128,69 per MT dan BK USD 148 per MT
Pada penutupan perdagangan, kontrak CPO Juni 2026 dan Juli 2026 masing-masing melonjak RM135 menjadi RM4.605 per ton dan RM4.638 per ton.
Kontrak Agustus 2026 naik RM142 menjadi RM4.677 per ton. Sementara kontrak September dan Oktober 2026 masing-masing menguat RM144 menjadi RM4.705 per ton dan RM4.734 per ton.
Adapun kontrak November 2026 bertambah RM141 menjadi RM4.761 per ton, menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek harga minyak sawit dalam beberapa bulan mendatang.
Aktivitas perdagangan juga mengalami peningkatan signifikan. Volume transaksi melonjak menjadi 104.077 lot dibandingkan 76.012 lot pada sesi perdagangan terakhir sebelum libur. Posisi terbuka (open interest) naik menjadi 289.868 kontrak dari sebelumnya 285.715 kontrak.
Di pasar fisik Malaysia, harga CPO untuk pengiriman Juni di wilayah Selatan Malaysia turut naik RM150 menjadi RM4.640 per ton, memperkuat tren kenaikan harga yang terjadi di pasar berjangka maupun pasar spot.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Rabu (3/6) Melonjak ke Rp41.680/Kg, Sentuh Level Tertinggi Awal Juni
Kombinasi penurunan produksi, kenaikan harga energi, serta meningkatnya aktivitas perdagangan menunjukkan sentimen pasar yang masih positif terhadap komoditas sawit. Kondisi ini turut memberikan dukungan terhadap harga CPO di pasar domestik Indonesia yang kembali bergerak naik pada awal Juni 2026. (A3)