Dok. Agricom/ Harga CPO KPBN Inacom naik menjadi Rp15.335/kg pada Kamis (18/6/2026), berlawanan dengan pelemahan CPO di Bursa Malaysia yang turun 0,72% akibat tekanan pasar energi dan minyak nabati global.
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom ditetapkan sebesar Rp15.335 per kilogram pada Kamis (18/6/2026). Level tersebut mencatat kenaikan Rp185 per kilogram atau sekitar 1,22% dibandingkan penawaran tertinggi pada perdagangan Rabu (17/6/2026) yang berada di Rp15.150 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN Inacom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan di level Rp15.335/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku tercatat Rp15.135/kg, dan FOB Teluk Bayur dibuka di Rp15.205/kg, namun berakhir withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi mencapai Rp15.023/kg.
BACA JUGA: Tender CPO KPBN Rabu (17/6) Berakhir Withdraw, Penawaran Tertinggi Rp15.150/Kg
Untuk komoditas turunannya, Crude Palm Kernel Oil (CPKO) FOB Lampung juga mengalami kondisi withdraw dengan harga ditetapkan Rp25.582/kg, sementara penawaran tertinggi berada di level Rp24.500/kg.
Adapun Palm Kernel (PK) menunjukkan variasi penawaran, dengan Loko PKS Bunut ditetapkan Rp11.596/kg (WD) dan penawaran tertinggi Rp10.900/kg, serta Loko PKS R. Dua di Rp11.480/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp11.021/kg.
Di sisi lain, pasar internasional menunjukkan tekanan. Dilansir dari Reuters, harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) akibat penurunan harga minyak mentah global dan pelemahan minyak nabati pesaing.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun Seiring Pelemahan Minyak Nabati dan Energi
Pada perdagangan tengah hari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD), kontrak berjangka CPO acuan untuk pengiriman September 2026 turun RM33 per ton atau sekitar 0,72% menjadi RM4.541 per ton. Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pasar komoditas energi dan minyak nabati global.
Tekanan tambahan juga datang dari pasar komoditas Tiongkok dan Amerika Serikat. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,47%, sementara kontrak minyak sawitnya melemah lebih dalam sebesar 0,99%. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai juga terkoreksi 0,92%.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (18/6) Turun ke Rp40.309/Kg
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak nabati global masih berada dalam tekanan, dipengaruhi oleh pelemahan harga energi serta dinamika permintaan dari negara konsumen utama. Meski demikian, penguatan harga CPO di pasar domestik Indonesia mengindikasikan bahwa faktor permintaan lokal masih menjadi penopang utama di tengah volatilitas global. (A3)