Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.675/Kg, Bursa Malaysia Ikut Melemah

Harga CPO KPBN Turun ke Rp15.675/Kg, Bursa Malaysia Ikut Melemah
Agricom.id

22 July 2026 , 09:12 WIB

Dok. Agricom/Harga CPO KPBN turun Rp102/kg menjadi Rp15.675/kg pada perdagangan Selasa, mengikuti pelemahan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia yang tertekan oleh turunnya harga minyak nabati pesaing dan minyak mentah dunia.

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik kembali melemah pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.675 per kilogram, turun Rp102 per kilogram atau sekitar 0,65% dibandingkan posisi Senin (20/7/2026) yang mencapai Rp15.777 per kilogram.

Data tender KPBN menunjukkan harga CPO Franco Belawan ditetapkan sebesar Rp15.675 per kilogram. Sementara itu, tender CPO Franco Teluk Bayur dibuka pada Rp15.545 per kilogram, namun berakhir withdraw (WD) setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.360 per kilogram.

Hal serupa terjadi pada CPO FOB Palembang yang dibuka di level Rp15.525 per kilogram. Tender tersebut juga mengalami withdraw (WD), dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp15.320 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik ke Rp15.777/Kg, Didukung Penguatan Bursa Malaysia dan Minyak Dunia

Untuk produk turunan, harga Crude Palm Kernel Oil (CPKO) tercatat Rp32.675 per kilogram untuk Franco Dumai dan Rp31.600 per kilogram untuk FOB Lampung. Sementara harga Palm Kernel (PK) Franco Belawan ditetapkan sebesar Rp14.953 per kilogram.

Pelemahan harga CPO di dalam negeri sejalan dengan pergerakan pasar global. Di Bursa Malaysia Derivatives (BMD), kontrak CPO acuan pengiriman Oktober 2026 ditutup turun RM34 per ton atau sekitar 0,73% menjadi RM4.609 per metrik ton pada perdagangan Selasa.

BACA JUGA: Harga CPO Naik Lagi, Bursa Malaysia Sentuh RM4.636 per Ton

Penurunan harga di Bursa Malaysia dipengaruhi oleh pelemahan pasar minyak nabati pesaing dan turunnya harga minyak mentah dunia. Tekanan juga datang dari pasar komoditas lain, di mana kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,55%, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama merosot 1%. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai juga bergerak melemah sekitar 0,07%.

Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen pasar minyak nabati global masih cenderung negatif, sehingga membatasi ruang penguatan harga CPO baik di pasar internasional maupun domestik. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP