AGRICOM, JAKARTA — Harga karet alam di bursa berjangka Singapura (SGX–Sicom) kembali menguat pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026. Berdasarkan data pasar, harga karet tercatat di level 185,2 US cent per kilogram atau setara Rp 31.090 per kilogram, dengan nilai tukar Rp 16.787 per dolar AS.
Harga ini naik signifikan sebesar Rp 279 per kg dibandingkan perdagangan Rabu (14/1/2026) yang berada di level Rp30.811 per kg.
Selain KKK 100%, harga karet untuk beberapa kategori kualitas juga ikut bergerak menyesuaikan. Untuk KKK 70%, harga tercatat di Rp 21.763 per kg, sementara KKK 60% berada di level Rp 18.654 per kg. Adapun KKK 50% dibanderol Rp 15.545 per kg, KKK 40% sebesar Rp 12.436 per kg, dan KKK 30% di kisaran Rp 9.327 per kg.
BACA JUGA:
- Harga Karet SGX-Sicom Rabu (14/1) Turun Rp 226 per Kg
- Harga Karet SGX-Sicom Selasa (13/1) Kembali Naik, Tembus Rp 31.037 per Kg
Kenaikan ini memberikan sinyal positif bagi sektor perkaretan nasional, khususnya bagi petani dan pelaku usaha yang dalam beberapa pekan terakhir menghadapi fluktuasi harga cukup tajam di pasar global.
Ke depan, pelaku industri berharap stabilitas harga dapat terjaga agar program peremajaan kebun, peningkatan kualitas bokar, serta penguatan daya saing karet Indonesia di pasar ekspor dapat berjalan lebih berkelanjutan.
Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian, penguatan harga kali ini menegaskan bahwa arah pergerakan karet dunia masih berada dalam jalur yang relatif sehat. Pergerakan bertahap mencerminkan respons pasar yang cukup stabil terhadap dinamika permintaan dan pasokan global.
BACA JUGA:
- Harga CPO KPBN Inacom Rabu (14/1) Berakhir WD di Semua Lokasi
Dalam kondisi ini, petani diharapkan terus menjaga mutu bokar agar dapat memperoleh harga terbaik. Disiplin dalam penyadapan, kebersihan bahan, serta kontinuitas produksi dinilai menjadi kunci agar peluang dari tren positif harga dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kenaikan harga yang kembali terjadi di pertengahan Januari ini diharapkan mampu menambah optimisme di sentra-sentra karet nasional, sekaligus memperkuat semangat petani untuk menjaga produktivitas dan kualitas di tengah fluktuasi pasar komoditas global,” kata Rudi Arpian kepada Agricom.id, Kamis (15/1).
Berikut adalah rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100% = Rp31.090,-/Kg
- KKK 70% = Rp21.763,-/Kg
- KKK 60% = Rp18.654,-/Kg
- KKK 50% = Rp15.545,-/Kg
- KKK 40% = Rp12.436,-/Kg
- KKK 30% = Rp9.327,-/Kg
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)