AGRICOM, MEDAN – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali mengalami penurunan pada periode 25–31 Maret 2026. Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga TBS, harga sawit untuk kelompok umur tanaman produktif 10–20 tahun tercatat turun sebesar Rp77,67/kg menjadi Rp3.834,74/kg.
Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan pada harga minyak sawit mentah (CPO) yang menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan harga TBS di tingkat petani.
BACA JUGA:
- Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode Akhir Maret 2026 Menguat, Tertinggi Rp3.842,69/kg
- Harga TBS Sawit Jambi Periode 13 Maret - 2 April 2026 Naik menjadi Rp3.669,78/Kg
Dalam periode yang sama, harga minyak sawit mentah (CPO) ditetapkan sebesar Rp14.999,17/kg, sedangkan harga inti sawit (kernel) berada di level Rp15.285,00/kg. Sementara itu, indeks K yang menjadi indikator proporsi harga yang diterima petani tercatat sebesar 92,54%.
Berdasarkan data yang dihimpun Agricom.id dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatera Utara, rincian harga TBS sawit berdasarkan umur tanaman adalah sebagai berikut:
- Umur 3 tahun: Rp3.243,23/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.459,46/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.577,68/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.680,40/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.640,99/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.772,65/kg
BACA JUGA: Harga CPO Global Melemah, Tender KPBN Kompak Withdraw Pada Rabu (25/3)
Sementara itu, untuk tanaman yang memasuki usia matang hingga tua, harga yang ditetapkan adalah:
- Umur 9 tahun: Rp3.804,18/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp3.834,74/kg
- Umur 21 tahun: Rp3.842,13/kg
- Umur 22 tahun: Rp3.809,11/kg
- Umur 23 tahun: Rp3.753,01/kg
- Umur 24 tahun: Rp3.640,63/kg
- Umur 25 tahun: Rp3.538,13/kg
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Maret 2026 Naik 2,22%, Bea Keluar Ditetapkan USD 124/MT
Adapun untuk tanaman yang lebih tua, tren harga terus menurun seiring penurunan produktivitas:
- Umur 26 tahun: Rp3.511,94/kg
- Umur 27 tahun: Rp3.462,05/kg
- Umur 28 tahun: Rp3.409,39/kg
- Umur 29 tahun: Rp3.355,36/kg
- Umur 30 tahun: Rp3.301,33/kg
Secara umum, penurunan harga TBS ini masih berada dalam tren fluktuasi yang dipengaruhi dinamika pasar global, termasuk pergerakan harga minyak nabati dan kondisi permintaan ekspor. (A3)