Harga Karet SGX-Sicom Selasa (31/3) Naik Lagi ke Rp33.917/Kg, Tren Penguatan Makin Kokoh


AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam kembali mencatat penguatan dan melanjutkan tren positif yang telah terbentuk sejak akhir pekan lalu. Kenaikan bertahap hingga penghujung bulan ini mempertegas bahwa pasar mulai bergerak keluar dari fase konsolidasi menuju jalur pemulihan yang lebih stabil.

Tercatat di SGX–Sicom pada Selasa, 31 Maret 2026, harga karet di tutup sebesar US Cent 200,6/kg atau setara Rp33.917/kg, dengan kurs Rp16.908 per dolar AS.

Harga ini naik Rp122/kg dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya, Senin (30 Maret 2026), yang berada di level Rp33.795/kg. Meskipun relatif tipis, penguatan ini menunjukkan tren positif yang masih berlanjut di pasar karet internasional.

BACA JUGA: Harga Karet SGX Menguat ke Rp33.795/Kg di Awal Pekan, Senin (30/3)

Rudi Arpian, Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel menjelaskan, kenaikan bertahap hingga penghujung bulan ini mempertegas bahwa pasar mulai keluar dari fase konsolidasi menuju arah pemulihan yang lebih stabil.

“Pergerakan yang konsisten di akhir bulan menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar. Meski fluktuasi harian masih terjadi, arah tren kini terlihat semakin kokoh dan terjaga,” kata Rudi dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Selasa (31/3).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Menguat ke Rp15.850/Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Tren Kenaikan Pada Senin (30/3)

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

- KKK 100%: Rp33.917,-/Kg

- KKK 70%: Rp23.742,-/Kg

- KKK 60%: Rp20.350,-/Kg

- KKK 50%: Rp16.959,-/Kg

- KKK 40%: Rp13.567,-/Kg

- KKK 30%: Rp10.175,-/Kg

Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP